Pesantren Perbatasan Minhajussalam Subulussalam Resmi Sambut 200 Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027
Newscyber.id | Subulussalam – Pesantren Perbatasan Minhajussalam Kota Subulussalam secara resmi menerima santriwan dan santriwati baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 200 peserta didik mulai memasuki asrama dan mengikuti rangkaian penyambutan sebagai awal kehidupan mereka di lingkungan pesantren.
Sebelum dinyatakan diterima, seluruh calon santri telah mengikuti serangkaian tes seleksi yang dilaksanakan panitia penerimaan pada April 2026. Setelah dinyatakan lulus, para santri mulai memasuki pesantren dengan didampingi orang tua untuk membawa perlengkapan pribadi ke asrama masing-masing.
Prosesi penyambutan diawali dengan acara tepung tawar, kemudian dilanjutkan dengan serah terima santri dari wali murid kepada pihak pesantren. Kegiatan yang berlangsung di masjid dalam kompleks Pesantren Minhajussalam itu berjalan khidmat dan penuh haru. Banyak orang tua tampak meneteskan air mata saat harus berpisah dengan putra-putri mereka yang akan menjalani pendidikan di pesantren.
Salah satunya adalah Ramli Manik, Kepala Perwakilan Media NewsCyber.id Provinsi Aceh, yang mengantarkan putra bungsunya untuk menempuh pendidikan di Pesantren Minhajussalam. Dengan mata berkaca-kaca, Ramli menyampaikan pesan kepada anaknya sebelum berpisah.
"Pesantren bukan tempat pengasingan bagi anak-anak, tetapi bukti cinta orang tua kepada mereka. Di sinilah kami menitipkan anak untuk dididik agar memiliki akhlak, ilmu, dan bekal menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat," ujar Ramli.
Dalam sambutannya, perwakilan Pesantren Minhajussalam menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan untuk mendidik putra-putri mereka.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pesantren Minhajussalam. Insya Allah kami akan berusaha semaksimal mungkin membimbing dan mendidik anak-anak menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," ungkap pihak pesantren.
Sementara itu, Ahmad, salah seorang warga Aceh Selatan yang turut menghadiri kegiatan tersebut, mengatakan bahwa Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak pesantren dan dayah yang telah melahirkan ulama serta tokoh agama.
"Semoga Aceh terus menjadi bumi para ulama dan pesantren tetap menjadi benteng utama dalam membentuk generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia," katanya.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, Pesantren Perbatasan Minhajussalam diharapkan terus berkontribusi mencetak generasi Qurani yang memiliki wawasan keislaman, kedisiplinan, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. (Ramli Manik)





