Diduga Terkait Isu Zina di Rumah Warga Bukit Harapan, Ini Penjelasan Bu Atun Jasa Kusuk
Newscyber.id l Singkil, 3 Februari 2026 – Beredarnya pemberitaan di sejumlah media lokal Kabupaten Aceh Singkil terkait dugaan penggerebekan seorang anggota DPRK Aceh Singkil berinisial H di sebuah rumah warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, menuai keberatan dari pemilik rumah, Bu Atun, yang berprofesi sebagai penyedia jasa kusuk (pijat tradisional).
Bu Atun mengaku keberatan atas pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan peristiwa tidak senonoh di kediamannya. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang ia alami.
Dalam wawancara dengan awak media di kediamannya pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang turut disaksikan anak serta menantunya, Bu Atun menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Saat itu, ia mengaku sedang berada di rumah anaknya di desa tetangga.
Menurutnya, seseorang yang diduga berinisial H menghubungi melalui aplikasi WhatsApp milik anaknya dengan suara menyerupai perempuan. Orang tersebut menyampaikan ingin menggunakan jasa kusuk. Nomor WhatsApp anak Bu Atun diperoleh dari akun jual beli bedak milik anaknya, yang kebetulan sedang libur kuliah dan mencoba berjualan secara daring.
“Karena ada yang menghubungi minta dikusuk, saya dan anak saya pulang ke rumah. Saat sampai, Pak H sudah menunggu di luar dengan mobil minibus jenis Innova. Kami persilakan masuk sambil saya menyiapkan makanan,” ujar Bu Atun.
Tak lama setelah itu, Bu Atun mengaku masuk ke dapur, sementara anaknya masuk ke kamar. Beberapa saat kemudian, datang seorang perempuan yang sebelumnya tidak ia kenal.
“Saya tidak tahu perempuan itu datang sendiri atau bersama orang lain. Saya juga tidak tahu apa tujuannya datang ke rumah saya,” tambahnya.
Situasi kemudian berubah ketika tiga orang laki-laki datang ke rumahnya, salah satunya mengenakan kemeja putih dan satu lainnya kaos, serta didampingi Ketua Pemuda Desa Bukit Harapan berinisial IW.
“Saya tidak tahu masalah apa yang terjadi. Mereka cekcok mulut dengan dua orang yang saya tidak kenal. Anak saya sampai menjerit karena ketakutan,” kata Bu Atun.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Ketua Pemuda Desa Bukit Harapan, IW, membenarkan bahwa dirinya datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga.
“Saya dapat laporan ada orang yang dicurigai di rumah Bu Atun. Saat sampai di lokasi, saya melihat terjadi cekcok. Tidak ada pemukulan terhadap Pak H seperti yang diberitakan. Itu fitnah. Saya justru melerai dan mengamankan Pak H beserta mobilnya, yang kemudian sudah dikembalikan,” jelas IW.
Hingga kini, masih menjadi tanda tanya apakah H dan perempuan yang datang ke rumah Bu Atun datang secara bersamaan atau terpisah. Sejumlah warga mempertanyakan kejelasan peristiwa tersebut, terlebih karena isu yang beredar menyangkut dugaan pelanggaran norma dan Qanun Aceh.
“Kalau benar datang bersama dan masing-masing masih punya pasangan sah, tentu ini tidak etis. Tapi kalau datang terpisah, kenapa sampai terjadi keributan. Anehnya lagi, kalau benar merasa dikeroyok, kenapa tidak melapor ke polisi,” ujar salah seorang warga Bukit Harapan yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari H terkait kejadian tersebut. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memperoleh kejelasan dan keseimbangan informasi, mengingat yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota DPRK Aceh Singkil.
(Ramli Manik)




