Kasus Pasutri Kritis di Aceh Singkil Masih Diselidiki, Polisi Tunggu Korban Pulih untuk Dimintai Keterangan

Kasus Pasutri Kritis di Aceh Singkil Masih Diselidiki, Polisi Tunggu Korban Pulih untuk Dimintai Keterangan
Aceh singkil
Aceh singkil
Aceh singkil

Newscyber.id | ACEH SINGKIL – Kasus pasangan suami istri (pasutri) yang mengalami luka serius di Kabupaten Aceh Singkil hingga kini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polres dan Polsek Gunung Meriah Aceh Singkil. Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Aceh Singkil sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut melibatkan seorang perempuan bernama Yunila Laia (40), seorang petani asal Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, serta suaminya Rute Zaro Halawa (42), yang berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di alamat yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai motif di balik peristiwa berdarah tersebut.

Kapolres Aceh Singkil melalui Kasi Humas Polres Aceh Singkil, Azhari, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya bersama Polsek Kuta Baharu masih melakukan penyelidikan secara intensif.

"Kedua korban belum bisa kami mintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif di RSUD Aceh Singkil," ujarnya.

Azhari menjelaskan, laporan polisi (LP) telah diterbitkan. Namun, Polres Gunung Meriah Aceh Singkil baru akan menggelar konferensi pers setelah penyidik memperoleh keterangan dari kedua korban serta para saksi.

"Kami akan menyampaikan hasil penyelidikan melalui konferensi pers setelah pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi dapat dilakukan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang telah membantu memberikan informasi terkait kejadian tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif dengan melaporkan setiap kejadian yang diduga melanggar hukum di wilayah masing-masing agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.

Sementara itu, seorang warga Desa Bukit Harapan, Ramli Manik, mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

"Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat, sehingga pihak yang diduga terlibat dapat segera diamankan," ujarnya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab maupun motif dari peristiwa tersebut.

(Ramli Manik)