Trend Micro Resmi Kenalkan Platform Keamanan Siber Berbasis AI “Trend Vision One” di Indonesia

Trend Micro berinvestasi besar di Indonesia dengan membangun platform keamanan siber berbasis AI, Trend Vision One, yang akan dijalankan secara lokal. Platform ini menawarkan manajemen risiko proaktif, operasi keamanan menyeluruh, dan proteksi berlapis untuk endpoint, cloud, jaringan, dan data — sekaligus memastikan kedaulatan data sesuai regulasi lokal.

Trend Micro Resmi Kenalkan Platform Keamanan Siber Berbasis AI “Trend Vision One” di Indonesia
Trend Micro berinvestasi besar di Indonesia

NewsCyber.id — Jakarta, 20 November 2025. Trend Micro, pemimpin global di bidang keamanan siber, mengumumkan rencana strategis untuk menghadirkan platform Trend Vision One di Indonesia. Sebagai langkah investasi jangka panjang, perusahaan akan membangun infrastruktur lokal yang mendukung penyimpanan dan pemrosesan data di dalam negeri, dengan target penyelesaian pada semester pertama 2026.

Langkah ini mencerminkan komitmen Trend Micro untuk memperkuat data sovereignty Indonesia serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dengan platform berbasis AI (kecerdasan buatan), Trend Vision One menawarkan solusi keamanan yang proaktif, mengintegrasikan manajemen risiko (Cyber Risk Exposure Management / CREM), operasi keamanan (XDR, SIEM, SOAR), dan proteksi berlapis untuk berbagai domain seperti endpoint, cloud, jaringan, email, identitas, dan data.

Teknologi AI dalam platform ini ditopang oleh Trend Cybertron, sebuah model kecerdasan buatan besar (LLM) khusus keamanan siber. Cybertron mampu melakukan prediksi ancaman, analisis risiko, dan otomatisasi respons dengan lebih cepat dan akurat. Trend Micro mengklaim bahwa dengan Trend Vision One, risiko serangan ransomware bisa ditekan hingga 92%, sementara waktu deteksi ancaman dapat dipersingkat hingga 99%.

Keberadaan platform ini di Indonesia juga akan memastikan bahwa semua data pelanggan disimpan dan diproses di dalam negeri, sejalan dengan regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan pedoman keamanan siber dari OJK. Dengan demikian, organisasi lokal dapat memanfaatkan teknologi keamanan mutakhir tanpa harus khawatir akan kepatuhan regulasi data lintas batas.

Menurut Sapna Sumbly, Field CISO AMEA Trend Micro, Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia, dan melokalkan Trend Vision One adalah bukti komitmen mendalam perusahaan terhadap keamanan siber nasional. Sementara itu, Fetra Syahbana, Country Manager Trend Micro Indonesia, menegaskan bahwa infrastruktur lokal akan meningkatkan performa layanan, mengurangi latensi, sekaligus memberikan kepastian bagi pelanggan bahwa data mereka tetap berada di wilayah hukum Indonesia.

Dengan peluncuran platform ini, Trend Micro berharap bisa memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi lembaga keuangan, pemerintahan, dan perusahaan swasta di Indonesia dalam menghadapi ancaman siber modern, sekaligus mendukung transformasi digital yang aman dan berkelanjutan.

(Ragil)