Dapur MBG Di Kabupaten Aceh Singkil Banyak Yang Belum Kantongi SLHS, Namun Tetap Beroperasi Berbulan Bulan, Apa Boleh
Newscyber.id | Singkil 04 Juni 2026. Setelah kepala BGN Di kabarkan resmi di tahan kejagung dan Dua Orang Wakil nya, masyarakat kabupaten Aceh Singkil mulai meragukan dapur makan bergizi gratis di kabupaten Aceh Singkil, bagai mana tidak, dari 17 Dapur yang sudah di buka, Baru 3 yang dapur yang sudah mengantongi SLHS.
Padahalnsecara aturan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh beroperasi menyajikan Makan Bergizi Gratis (MBG) jika belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SLHS adalah syarat mutlak keamanan pangan untuk melindungi kesehatan penerima program.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menegaskan bahwa dapur yang beroperasi lebih dari 30 hari namun belum mendaftarkan atau mengantongi SLHS akan dikenakan sanksi tegas berupa penutupan atau penghentian operasional sementara.
Untuk memastikan dapur mematuhi regulasi dan siap beroperasi, Pemilik Dapur membaca pedoman resmi di Badan Gizi Nasional atau memprosesnya melalui dinas terkait di daerah.
Ketika awak media mewawancarai warga yang ada di sebuah warung di simpang Kanan yang enggan di sebutkan namnya namanya mwngatakan, dengan kejadian penangkapan kepala Badan Gizi Nasional oleh tim kejagung , seharusnya tim terpadu di daerah juga menertibkan dapur makan bergizi gratis yang belum mengantongi SLHS yang menjadi msalah satu syarat mendirikan dapur makan bergizi gratis.
Coba kita perhatikan, ada di beberapa tempat, malah rukonsarang burung walet di atas, dapur di bawah, kan ini mengandung virus, ujar nya.
Sarang walet di dalam ruko yang kurang terawat berisiko menyebarkan penyakit akibat spora jamur, bakteri, dan virus dari kotoran burung dan kelelawar. Penyakit yang paling sering muncul meliputi histoplasmosis (infeksi jamur pada paru-paru), leptospirosis, dan berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebar DBD.
Berikut adalah ancaman kesehatan spesifik dan dampaknya:
1. Histoplasmosis (Infeksi Jamur)
Penyebab: Terhirupnya spora jamur Histoplasma capsulatum yang berasal dari kotoran burung atau kelelawar yang mengering dan menumpuk di dalam ruko.
Gejala: Demam, batuk kering, nyeri dada, dan sesak napas. Jika dibiarkan, dapat memicu meningitis.
2. Bahaya Hama Kelelawar dan Virus Berbahaya
Kelelawar: Ruko walet yang tidak tertutup rapat sering disusupi kelelawar. Kelelawar merupakan pembawa (inang) berbagai virus mematikan, seperti virus Nipah yang dapat menyerang saluran pernapasan dan sistem saraf.
Amonia: Menghirup gas amonia dari tumpukan kotoran dalam ruang tertutup bisa menyebabkan pekerja atau penghuni ruko mengalami sesak napas hingga pingsan.
3. Penyakit Pernapasan dan Pencernaan
Kotoran walet juga dapat menyebarkan bakteri seperti Salmonella yang memicu masalah pencernaan (salmonellosis). Selain itu, spora jamur lain seperti Aspergillus memicu penyakit aspergillosis pada saluran pernapasan. [1, 2, 3]
Tindakan Pencegahan dan Solusi:
Jika Anda berada di sekitar wilayah Aceh Singkil atau mengelola ruko, pastikan untuk:
Menggunakan APD: Jika membersihkan ruko, gunakan masker khusus (seperti N95) dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung atau menghirup debu kotoran.
Desinfeksi Rutin: Semprot cairan disinfektan secara berkala di area sarang untuk menekan pertumbuhan spora jamur dan bakteri.
Aturan Tata Ruang: Pastikan bangunan memenuhi standar kelayakan izin dan jarak dari pemukiman warga sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah setempat.
Sementara itu, masyarakat kecamatan Gunung meriah juga mengatakan, kami bersyukur mendapat MBG, pak presiden telah menginginkan semua anak anak Indonesia terasupi makan bergizi, namun kalau SLHS belum di kantongi, bila anak anak keracunan makanan, ini tanggung jawab siapa, ujar nya.
Sesuai hasil investigasi media ini ke dinas kesehatan kabupaten Aceh Singkil, dari 17 Dapur MBG di kabupaten Aceh Singkil, baru tiga yang sudah mengantongi SLHS.
Tentu ini sudah menyalahi kalau kita lihat dari aturan, dj minta kepada pemerintah daerah kabupaten Aceh Singkil agar menertibkan dapur yang belum mengantongi SLHS.
(Ramli manik)





