Bunda Guru Aceh Singkil Kunjungi SLB Al-Fansyuri, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Bunda Guru Aceh Singkil Kunjungi SLB Al-Fansyuri, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Foto Bunda Guru Aceh Singkil Kunjungi SLB Al-Fansyuri, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
banner

banner

banner

Newscyber.id | Singkil, 5 Agustus 2026 – Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Singkil, Ny. Hj. Habibatussania, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Fansyuri, Kecamatan Singkil, Rabu (5/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh hak pendidikan yang setara dan berkualitas.

Dalam kunjungannya, Hj. Habibatussania tidak hanya bersilaturahmi dengan para guru dan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan motivasi serta edukasi kepada para siswa. Kehadirannya disambut hangat oleh keluarga besar SLB Al-Fansyuri yang merasa mendapat perhatian langsung dari Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil.

Selama berada di lingkungan sekolah, Hj. Habibatussania meninjau secara langsung proses belajar mengajar yang sedang berlangsung di setiap ruang kelas. Ia menyaksikan bagaimana para guru dengan penuh kesabaran membimbing para siswa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Raut wajah haru dan penuh kasih sayang tampak dari Bunda Guru saat melihat semangat para peserta didik mengikuti pelajaran. Menurutnya, semangat belajar yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus merupakan inspirasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

"Kita ingin memastikan bahwa seluruh anak di Kabupaten Aceh Singkil mendapatkan hak pendidikan yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka. Pendidikan adalah hak setiap anak dan harus menjadi perhatian bersama," ujar Hj. Habibatussania saat diwawancarai awak media.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen besar dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Singkil. Perhatian tersebut tidak hanya diberikan kepada sekolah umum, tetapi juga pesantren, dayah, hingga Sekolah Luar Biasa yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang mandiri dan berprestasi.

"Semua anak di Kabupaten Aceh Singkil wajib memperoleh pendidikan yang maju dan berkualitas. Baik mereka yang belajar di sekolah umum, pesantren, dayah, maupun di SLB. Justru sekolah luar biasa harus mendapat perhatian lebih karena mereka memiliki kebutuhan yang berbeda dan membutuhkan dukungan yang lebih maksimal," katanya.

Sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, ia mengaku akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan, termasuk memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan melalui dukungan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh.

"Saya akan terus menyampaikan kepada Bapak Bupati agar dana pendidikan terus diperjuangkan, baik ke pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh. Harapan kita, ke depan Kabupaten Aceh Singkil benar-benar memiliki generasi yang unggul, berilmu, berakhlak, serta mampu bersaing di masa depan," ungkapnya.

Menurut Hj. Habibatussania, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, hingga para orang tua untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkualitas.

"Memajukan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah. Semua pihak harus ikut mengambil bagian, mulai dari masyarakat, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga para orang tua. Jika kita bergandengan tangan, saya yakin kualitas pendidikan di Aceh Singkil akan semakin baik," tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepedulian Hj. Habibatussania terhadap dunia pendidikan bukanlah hal baru. Sejak mendampingi suaminya, H. Safriadi Oyon, S.H., saat menjabat Bupati Aceh Singkil pada periode 2012–2017 hingga kembali dipercaya memimpin Kabupaten Aceh Singkil pada periode 2025 sampai sekarang, ia terus aktif mendorong berbagai program peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.

Berbagai kunjungan ke sekolah, pembinaan terhadap guru, serta pemberian motivasi kepada siswa menjadi bagian dari komitmennya dalam mendukung lahirnya sumber daya manusia Aceh Singkil yang unggul, berkarakter, dan bermartabat.

Sementara itu, salah seorang warga Aceh Singkil, Bang Udin, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terhadap sektor pendidikan dan kesehatan yang menurutnya menjadi program prioritas Bupati H. Safriadi Oyon.

"Kalau soal pendidikan dan kesehatan memang menjadi perhatian Pak Oyon sejak memimpin Aceh Singkil. Kami sebagai masyarakat tentu berharap hasilnya bisa segera dirasakan. Namun kami juga memahami bahwa setiap program membutuhkan proses serta harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Kami berharap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perekonomian masyarakat terus berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat Aceh Singkil semakin meningkat," ujarnya.

Kunjungan Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil ke SLB Al-Fansyuri diharapkan menjadi motivasi bagi para guru, siswa, dan orang tua untuk terus membangun semangat belajar serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi Aceh Singkil yang cerdas, mandiri, serta berdaya saing di masa mendatang.

Penulis: Ramli Manik