Kapolda Aceh meninjau pengecekan pelaksanaan Uji kesamaptaan jasmani Calon Tamtama Polri TA 2026.
Newscyber.id | Banda Aceh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, meninjau dan melakukan pengecekan pelaksanaan Uji Kesamaptaan Jasmani dalam rangka Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Sebanyak 170 peserta mengikuti ujian kesamaptaan jasmani, yang terdiri dari 155 peserta pria dan 15 peserta wanita. Seluruh peserta menjalani serangkaian tes fisik sesuai standar yang telah ditetapkan dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri.
Pada kesempatan tersebut untuk memaksimalkan pengawasan, Kapolda Aceh juga melakukan pengecekan terhadap perangkat CCTV yang terpasang di seluruh area pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani. Sistem pengawasan ini memastikan seluruh tahapan dan item penilaian tes kesamaptaan jasmani dapat dipantau secara langsung oleh orangtua peserta maupun masyarakat melalui layar monitor yang telah dipasang di tribune penonton dan di tenda PJU Polda Aceh untuk dapat dilihat langsung oleh Kapolda, PJU Polda Aceh dan Panitia Penerimaan Bintara Polri, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga integritas seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi. Ia meminta baik panitia maupun peserta untuk mengedepankan kejujuran serta menanggalkan segala bentuk niat yang dapat mencederai objektivitas penilaian.
“Mulai hari ini saya minta semua niat yang tidak benar ditinggalkan. Proses seleksi ini harus berjalan jujur dan sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan bahwa hasil tes jasmani harus benar-benar mencerminkan kemampuan fisik peserta, khususnya pada komponen lari, push-up, sit-up, dan pull-up. Ia menyebut adanya keterkaitan antar hasil setiap item tes yang dapat menjadi indikator konsistensi kemampuan peserta, sehingga potensi ketidakwajaran dapat terdeteksi.
Dengan pengalaman panjang dalam pembinaan dan pengawasan personel, Kapolda menilai bahwa kualitas peserta dapat terlihat dari pola awal pelaksanaan tes. Karena itu, ia menegaskan bahwa upaya manipulasi hasil tidak akan mudah dilakukan dan dapat teridentifikasi melalui proses pengawasan yang berjalan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap bentuk ketidakjujuran dalam proses seleksi dapat berdampak panjang terhadap perjalanan karier peserta apabila nantinya dinyatakan lulus dan menjadi anggota Polri.
“Sekali ada masalah dalam proses ini, akan tercatat dan berdampak pada masa depan. Karena itu jalani dengan jujur,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Kapolda meminta panitia untuk memperketat pengawasan di lapangan serta memastikan hanya petugas yang berkepentingan berada di area tes. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan unsur pengawasan internal, termasuk Propam, guna menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.
Dengan pengawasan yang ketat dan prinsip transparansi, kegiatan seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan calon anggota Polri yang memiliki kemampuan fisik yang sesuai standar serta menjunjung tinggi integritas, pungkasnya. ( SN 24)





