Konferensi XXIII PGRI Aceh Singkil Digelar, Usung Tema Transformasi Menuju Indonesia Emas
Newscyber.id | ACEH SINGKIL – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil menggelar Konferensi XXIII masa bakti tahun 2026 dengan mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, bertempat di Aula Kodim 0109/Aceh Singkil, Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.55 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, pejabat daerah, pengurus PGRI Aceh, serta para peserta konferensi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil.
Bupati Aceh Singkil diwakili Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal S.Pd. Hadir pula Dandim 0109/Aceh Singkil Letkol Kav M. Aminudin S.T., M.I.P, Kapolres Aceh Singkil yang diwakili Kasubag Pers Bag SDM Iptu Doni, Kajari Aceh Singkil yang diwakili Kasi Intel Raja Liola Gurusinga SH, Wakil Ketua ke-5 PGRI Aceh Bakhtiar, Ketua Biro PGRI Aceh Hanafiah S.Pd, serta Ketua PGRI Aceh Singkil M. Nazur M.Pd.
Acara diawali dengan pertunjukan tarian tradisional Aceh Singkil, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars PGRI.
Ketua panitia, Zainal Abidin Simatupang, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam konferensi tersebut. Ia berharap melalui Konferensi XXIII, PGRI Kabupaten Aceh Singkil semakin maju dan mampu mewujudkan transformasi organisasi menuju Indonesia Emas.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Singkil, M. Nazur M.Pd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada pengurus PGRI Aceh yang hadir. Ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat melanjutkan perjuangan organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di Aceh Singkil.
“Gunakan hak pilih saudara-saudara sebaik mungkin. Ketiga calon ketua bukan wajah baru di internal PGRI Aceh Singkil dan semuanya memiliki tujuan yang sama untuk memperjuangkan organisasi ini,” ujarnya.
Wakil Ketua ke-5 PGRI Aceh, Bakhtiar, menegaskan bahwa konferensi tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas dan merumuskan arah perjuangan PGRI ke depan.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan kurikulum, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“PGRI memiliki tanggung jawab besar dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta memperkuat peran guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa,” katanya.
Bakhtiar juga berharap konferensi tersebut mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan mampu membawa organisasi semakin maju.
Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi Konferensi XXIII PGRI Aceh Singkil, Asisten II Setdakab Aceh Singkil Faisal S.Pd menyampaikan bahwa guru merupakan lentera peradaban dan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Ketika kita berbicara tentang pembangunan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang pendidikan, dan ketika berbicara tentang pendidikan, maka kita sedang berbicara tentang guru,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya proses pemilihan pengurus baru yang demokratis, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
“Pemimpin PGRI ke depan harus mampu menjadi nahkoda yang bijak dan mampu membaca arah perubahan di dunia pendidikan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, lanjut Faisal, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang unggul dalam nilai, karakter, dan kompetensi.
Kegiatan Konferensi XXIII PGRI Kabupaten Aceh Singkil berakhir pukul 11.10 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Ramli Manik)





