BKSDA Aceh dan Mitra Salurkan Ribuan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Wilayah Penyangga SM Rawa Singkil
Newscyber.id | Aceh Singkil – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra lembaga kemanusiaan dan konservasi menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Selatan. Bantuan tersebut difokuskan bagi warga yang tinggal di desa-desa penyangga kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi BKSDA Aceh, Wildlife Conservation Society (WCS) Program Indonesia, dan Yayasan Plan Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Total sebanyak 2.767 paket bantuan berhasil disalurkan kepada masyarakat terdampak. Di Kabupaten Aceh Singkil, sebanyak 1.732 paket diberikan kepada warga di tujuh desa yakni Desa Pea Bumbung, Suka Makmur, Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Takal Pasir, Siti Ambia, dan Teluk Ambun.
Sementara di Kota Subulussalam, sebanyak 380 paket bantuan disalurkan ke empat desa, yaitu Panji, Longkib, Oboh, dan Siperkas. Sedangkan di Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 655 paket bantuan diberikan kepada masyarakat di Desa Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Cot Bayu, dan Lhok Raya.
Seluruh desa penerima bantuan diketahui memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan SM Rawa Singkil sebagai wilayah penyangga yang berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem kawasan konservasi tersebut.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi paket kebersihan atau hygiene kit, Menstrual Hygiene Management (MHM), perlengkapan pertukangan (carpenter kit), selimut dan kelambu, lampu tenaga surya, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak banjir.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak guna memastikan bantuan tepat sasaran serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Sebelum proses penyaluran dilakukan, tim enumerator dari Plan Indonesia dan WCS Indonesia Program terlebih dahulu melakukan pendataan serta survei lapangan di 21 desa pada tiga kabupaten/kota tersebut. Pendataan dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat dampak bencana serta kebutuhan prioritas masyarakat.
Survei tersebut juga mencakup identifikasi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan secara efektif dan akuntabel.
Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam BKSDA Aceh, Darwin, S.Hut., M.P., menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat terdampak banjir di wilayah penyangga SM Rawa Singkil.
“Desa-desa di sekitar SM Rawa Singkil memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian kawasan. Dukungan pada saat krisis seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujarnya.
Plan Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya kemanusiaan yang inklusif dengan mengutamakan kebutuhan kelompok rentan sebagai prioritas utama.
Melalui kolaborasi ini, BKSDA Aceh bersama para mitra menunjukkan bahwa perlindungan kawasan konservasi tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pendekatan yang mengintegrasikan aspek kemanusiaan, sosial, dan ekologi dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bentang alam bernilai tinggi bagi keanekaragaman hayati di Aceh. (Ramli Manik)





