Kapolda Aceh Tutup Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh

Kapolda Aceh Tutup Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh
Foto Kapolda Aceh Tutup Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh
banner

banner

banner

Banda Aceh, Newscyber.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satuan Brimob Polda Aceh Tahun Anggaran 2026 di Markas Komando (Mako) Satbrimob Polda Aceh, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembinaan sebagai bekal awal bagi para personel muda sebelum mengemban tugas sebagai anggota Korps Brimob Polri.

Prosesi pembinaan tradisi dan pembaretan merupakan tahapan wajib yang bertujuan membentuk karakter, mental, disiplin, loyalitas, jiwa korsa, serta meningkatkan kesiapan fisik dan profesionalisme para Bintara Remaja. Melalui pembinaan tersebut, para personel diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh didampingi Dansatbrimob Polda Aceh, Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud), serta Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Aceh. Upacara penutupan juga dihadiri para instruktur, pelatih, pembina, serta orang tua dan keluarga Bintara Remaja yang memberikan dukungan moril kepada para personel muda.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa pembinaan tradisi dan pembaretan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembentukan jati diri seorang anggota Brimob yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, disiplin, ketangguhan, serta loyalitas dalam melaksanakan setiap tugas kepolisian.

Menurutnya, baret Brimob bukan hanya atribut yang dikenakan, tetapi merupakan simbol kehormatan, kebanggaan, dan amanah yang harus dijaga melalui sikap, perilaku, serta pengabdian yang profesional kepada masyarakat.

"Baret Brimob adalah simbol kehormatan sekaligus amanah. Jagalah dengan sikap, perilaku, dan pengabdian yang profesional kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tegas Kapolda dalam amanatnya.

Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri, khususnya Korps Brimob, semakin berkembang dan kompleks. Selain menghadapi berbagai tindak kejahatan konvensional, personel Brimob juga dituntut siap menghadapi kejahatan transnasional, aksi terorisme, kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, konflik sosial, hingga penanggulangan bencana alam.

Oleh karena itu, setiap personel Brimob harus memiliki kemampuan yang unggul, kesiapsiagaan operasional yang tinggi, mental yang tangguh, serta disiplin dan integritas yang tidak mudah tergoyahkan.

"Kalian telah berhasil melewati seluruh tahapan pembinaan dengan penuh semangat, disiplin, dan ketangguhan. Jadikan keberhasilan ini sebagai awal pengabdian yang sesungguhnya. Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun melalui integritas, profesionalisme, sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap anggota," ujar Kapolda.

Selain itu, Kapolda Aceh mengingatkan seluruh Bintara Remaja agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Korps Brimob dan institusi Polri dengan menghindari segala bentuk pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, maupun tindak pidana yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.

Kapolda berharap seluruh personel muda mampu menjadi anggota Polri yang selalu menjunjung tinggi profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mampu menjadi teladan di lingkungan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur, pelatih, dan pembina yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta dedikasi dalam membentuk karakter para Bintara Remaja hingga berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa, dukungan, serta kepercayaan kepada institusi Polri sehingga para Bintara Remaja mampu menyelesaikan pendidikan pembinaan tradisi dengan baik.

Melalui kegiatan pembinaan tradisi dan pembaretan tersebut, diharapkan sebanyak 65 Bintara Remaja Satbrimob Polda Aceh mampu menjadi personel Brimob yang profesional, modern, unggul, humanis, dan Presisi. Mereka juga diharapkan siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Aceh.

Dengan berakhirnya rangkaian pembinaan tersebut, para Bintara Remaja resmi memasuki fase pengabdian sebagai anggota Korps Brimob Polri yang siap menghadapi berbagai tantangan tugas demi menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di seluruh wilayah Aceh. (SN24)