Dua Bulan Tanpa Pasokan BBM, Warga Danau Paris Minta Menteri ESDM, Dirjen Migas dan Pertamina Jangan Abaikan Masyarakat Perbatasan

Dua Bulan Tanpa Pasokan BBM, Warga Danau Paris Minta Menteri ESDM, Dirjen Migas dan Pertamina Jangan Abaikan Masyarakat Perbatasan
Aceh singkil
Aceh singkil
Aceh singkil

Newscyber.id | Aceh Singkil – Warga Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, mengeluhkan tidak adanya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat selama kurang lebih dua bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai telah melumpuhkan aktivitas masyarakat dan mengganggu roda perekonomian, terutama bagi para petani dan pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan BBM.

Keluhan itu disampaikan sejumlah warga kepada awak media pada Selasa (21/7/2026). Mereka mengaku setiap kali mendatangi SPBU, tidak pernah mendapatkan BBM karena stok selalu kosong.

R. Siketang, warga Desa Lae Balno, mengatakan masyarakat, khususnya petani kelapa sawit, sangat terdampak akibat tidak tersedianya Pertalite maupun Solar.

"Sudah sekitar dua bulan ini BBM tidak pernah masuk. Kami sebagai petani sangat membutuhkan BBM untuk bekerja. Kalau BBM tidak ada, bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dan mengangkut hasil kebun?" ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pelayanan terhadap masyarakat perbatasan masih jauh dari harapan. Ia menilai keberadaan BBM merupakan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan Rona Berutu, warga Desa Napagaluh. Ia mengatakan kelangkaan BBM berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat.

"Akibat tidak adanya BBM, masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Dampaknya terasa pada sektor ekonomi, pertanian, bahkan untuk mengantar anak ke sekolah juga menjadi sulit," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Biskang, R. Tumangger, berharap pemerintah pusat segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat Kecamatan Danau Paris yang berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, juga berhak memperoleh pelayanan distribusi energi yang layak.

"Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM, Dirjen Migas, Gubernur Aceh, serta pihak Pertamina agar memperhatikan masyarakat perbatasan. Kami hanya ingin pasokan BBM kembali normal sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Di sisi lain, seorang pegawai SPBU Kecamatan Danau Paris yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan bahwa pasokan BBM, khususnya Solar, sudah tidak diterima selama sekitar dua bulan. Menurutnya, jenis BBM lainnya juga tidak masuk sebagaimana mestinya.

Kekecewaan juga disampaikan D. Bancin, warga Desa Sintuban Makmur. Ia meminta pemerintah pusat dan Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena kesulitan mendapatkan BBM yang merupakan kebutuhan utama," katanya.

Berdasarkan pantauan awak media, aktivitas di SPBU Kecamatan Danau Paris tampak nyaris tidak ada karena kosongnya pasokan BBM. Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah, Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Migas, serta PT Pertamina agar distribusi BBM ke wilayah perbatasan Aceh Singkil segera kembali normal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai penyebab terhentinya pasokan BBM ke SPBU Kecamatan Danau Paris.

(Ramli Manik)