Wakil Bupati Aceh Singkil Launching Rumah Layak Huni ke-7 GARDA Indonesia untuk Janda Empat Anak Yatim
Newscyber.id l Aceh Singkil – Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH, secara resmi melaunching pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) ke-7 yang digagas Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia (GARDA Indonesia) melalui program Gerakan Donasi Rp10.000 per bulan, Minggu (25/1/2026).
Launching tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Ketujuh (R007) atas nama Mawarni, seorang janda berusia 30 tahun yang selama dua tahun terakhir mengasuh empat anak yatim seorang diri setelah suaminya meninggal dunia.
Selama ini, Mawarni bersama keempat anaknya tinggal di gubuk reyot berukuran 4x4 meter di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dengan kondisi yang jauh dari kata layak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Singkil H. Hamzah Sulaiman mengapresiasi gerakan sosial GARDA Indonesia yang dinilai mampu membangun solidaritas dan kepedulian masyarakat secara luas, meski berawal dari donasi kecil.
“Saya sangat mengapresiasi program ini. Donasi Rp10.000 per bulan ternyata bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hamzah Sulaiman.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Hamzah Sulaiman juga menyatakan kesediaannya bergabung sebagai donatur tetap GARDA Indonesia. Ia bahkan memberikan atensi khusus agar program ini mendapat dukungan lanjutan dari Dinas Sosial Aceh Singkil.
“Setelah rumah ini selesai dibangun, perlu ada intervensi bantuan sosial dari Dinas Sosial, seperti pengisian kios untuk menunjang ekonomi keluarga penerima manfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Inisiator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, menjelaskan bahwa rumah yang dibangun untuk Mawarni tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal layak, tetapi juga dilengkapi ruang kios di bagian depan.
“Kami ingin rumah ini menjadi titik awal kemandirian ekonomi. Dengan adanya kios, Ibu Mawarni diharapkan bisa menjalankan usaha kecil dan memiliki penghasilan yang lebih stabil,” jelas Aduwina.
Aduwina menegaskan bahwa program donasi Rp10.000 per bulan merupakan gerakan gotong royong masyarakat, di mana kontribusi kecil dari banyak orang mampu menghadirkan perubahan besar bagi kaum dhuafa.
Ia juga mengungkapkan, sejak program ini dimulai pada Juli 2020, jumlah donatur GARDA Indonesia telah mencapai 5.513 orang dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang profesi, usia, pendidikan, dan ekonomi yang beragam.
“Saya sangat terharu atas sambutan hari ini. Hadir berbagai tokoh masyarakat, mulai dari Wakil Bupati Aceh Singkil, Kadis Sosial, Camat Gunung Meriah, hingga tokoh agama dan pengusaha,” ungkap Aduwina.
Menurutnya, sistem GARDA Indonesia sangat sederhana dan transparan.
“Siapa saja bisa bergabung. Nilai donasinya tetap Rp10.000 per bulan. Target kami 10.000 donatur, dan saat ini baru tercapai sekitar 55 persen,” tegasnya.
Penggerak Utama GARDA Indonesia Wilayah Aceh Singkil sekaligus Koordinator Lapangan Pembangunan R007, Darwis, ST, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Ketujuh ini merupakan hasil kerja bersama relawan dan donatur yang konsisten mendukung program tersebut.
“Kami di Aceh Singkil hanya menjalankan amanah para donatur. Dengan donasi Rp10.000 per bulan, ternyata kita bisa membangun harapan baru bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan,” kata Darwis.
Ia memastikan pembangunan R007 akan dikerjakan secara maksimal dan tepat waktu agar segera dapat ditempati.
“Semakin banyak yang bergabung, semakin banyak pula rumah layak huni yang bisa kita bangun untuk anak yatim dan kaum dhuafa,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Keuchik Desa Tanah Bara, Salman Manik, yang mengucapkan terima kasih kepada GARDA Indonesia atas penetapan salah satu warganya sebagai penerima manfaat.
“Penetapan Ibu Mawarni sangat tepat sasaran. Selama ini beliau menghidupi empat anak yatim dengan bekerja serabutan. Bantuan ini tentu sangat berarti,” ujar Salman.
Melalui program Rumah Dhuafa, GARDA Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk bergabung sebagai donatur tetap demi menghadirkan hunian layak dan masa depan yang lebih baik bagi kaum dhuafa di Aceh. (Ramli Manik)




