Massa Gemuka Sampaikan Aspirasi Terkait Dana Stimulan dan Jadup Korban Banjir di Aceh Singki
Newscyber.id | Aceh Singkil | 8 Juni 2026 – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pemuka (Gemuka) menggelar aksi penyampaian aspirasi di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (8/6/2026). Massa yang berasal dari berbagai desa terdampak banjir itu menuntut realisasi bantuan Jatah Hidup (Jadup) dan dana stimulan bagi korban banjir tahun 2025-2026.
Aksi tersebut dikoordinasikan oleh Buyung Sanang Manik dan Rasuluddin Malau. Dalam tuntutannya, massa meminta Pemerintah segera mempercepat penyaluran bantuan yang hingga saat ini masih dinantikan oleh masyarakat terdampak bencana.
Saat jeda Salat Zuhur, salah seorang koordinator lapangan, Rasuluddin Malau, menegaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati Aceh Singkil.
"Kami datang ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada Bapak Bupati. Jika ada pihak lain yang menyuarakan hal di luar konteks tuntutan yang kami ajukan, itu bukan bagian dari Gemuka," ujar Rasuluddin kepada awak media.
Aksi yang berlangsung damai tersebut sempat diwarnai dinamika saat Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, memilih kembali masuk ke kantor setelah melihat adanya beberapa peserta yang dinilai bukan bagian dari organisasi Gemuka.
Menanggapi hal tersebut, Safriadi Oyon membantah bahwa dirinya meninggalkan massa karena emosi. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah mengusulkan kembali data korban banjir kepada pemerintah pusat.
"Kami sudah mengusulkan lebih dari delapan ribu data masyarakat terdampak. Namun, jika saya diminta menandatangani surat yang menjamin dana Jadup tahap dua cair dalam waktu 30 hari, tentu tidak bisa saya lakukan karena prosesnya berada di tingkat kementerian. Saya tidak mungkin memberikan kepastian yang berada di luar kewenangan daerah," jelasnya.
Ia juga menegaskan kepeduliannya terhadap masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Aceh Singkil.
"Saya tidak mungkin marah kepada masyarakat saya sendiri. Bahkan agenda saya di luar daerah hari ini saya batalkan agar bisa bertemu langsung dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka," tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil, Aliasmi Pohan, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan langsung ke seluruh desa terdampak banjir sebelum mengirimkan data tersebut ke pemerintah pusat.
"Kami sudah turun langsung melakukan pendataan ke desa-desa yang terdampak banjir. Data tersebut sudah kami kirimkan ke pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu hasilnya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Alhusni. Ia menyebutkan bahwa proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan aparatur desa, camat, serta instansi terkait guna memastikan validitas data.
"Kami telah menyiapkan seluruh data terkait banjir yang melanda Aceh Singkil beberapa bulan lalu. Pendataan dilakukan bersama aparatur desa dan kecamatan agar data yang diajukan benar-benar valid," katanya.
Dalam pengamanan aksi tersebut, Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono, S.I.K., bersama Dandim 0109 Aceh Singkil Letkol M. Aminudin, S.T., M.I.P., menerjunkan personel untuk mengawal jalannya kegiatan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga turut diterjunkan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian massa masih bertahan di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil sambil menunggu langkah lanjutan dari Pemerintah Daerah terkait tuntutan yang disampaikan. Meski demikian, situasi tetap berlangsung aman dan kondusif.
Bupati Aceh Singkil juga mengapresiasi langkah Gemuka yang menyuarakan aspirasi masyarakat korban banjir dan berharap bantuan dana stimulan serta Jadup tahap berikutnya dapat segera terealisasi demi meringankan beban warga terdampak.
(Ramli Manik)





