Majelis Kesejahteraan Sosial 'Aisyiyah Aceh Gelar Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak Peringati HAN 2026

Majelis Kesejahteraan Sosial 'Aisyiyah Aceh Gelar Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak Peringati HAN 2026
Foto : Ratusan perseta ikut Gerakan Aisyiyah Cinta Anak ( GACA) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang di selenggarakan Universitas Ahmad Dahlan Banda Aceh Sabtu ,1 Agustus 2026( SN24)
banner

banner

banner

BANDA ACEH, Newscyber.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Aceh bekerja sama dengan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Banda Aceh menggelar Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak (GACA) di Aula Kampus Universitas Ahmad Dahlan Aceh, Punge Blang Cut, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen 'Aisyiyah dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pengembangan kreativitas dan potensi anak sejak usia dini.

Ratusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah, serta laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Siti Hasanah, S.ST., MKM.

Dalam laporannya, Siti Hasanah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan perlindungan, sejatinya kita sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Aceh, Ashraf, S.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya penanaman adab dalam pendidikan anak. Menurutnya, tantangan pendidikan di era digital tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

"Di era digital, anak-anak sangat mudah mengakses berbagai informasi. Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Yang paling utama adalah adab. Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah, sedangkan adab akan membimbing ilmu agar memberi manfaat," tegasnya.

Ashraf juga menekankan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, sementara sekolah dan organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan karakter yang telah dibangun di lingkungan keluarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam membina generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.

Pada kesempatan tersebut, Ashraf turut menggagas rencana pendirian Sekolah Dasar (SD) 'Aisyiyah di Aceh sebagai bagian dari penguatan amal usaha organisasi di bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan dasar merupakan fase yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian anak.

"SD 'Aisyiyah diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan adab, pembiasaan ibadah, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Aceh yang berkemajuan," tambahnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba mewarnai, tahfidz Al-Qur'an Juz 30 (Surah An-Nas hingga Ad-Dhuha), story telling, dan estafet air dalam botol. Seluruh perlombaan dirancang untuk mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama.

Ketua MKS PWA Aceh, Oriza Saphrina, S.H., mengatakan Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

"Melalui GACA, kami berharap semangat perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak berhenti pada peringatan Hari Anak Nasional saja, tetapi terus diwujudkan melalui program-program berkelanjutan," katanya.

Ia menjelaskan, GACA merupakan program Majelis Kesejahteraan Sosial 'Aisyiyah yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap hak anak melalui berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan religius. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkemajuan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah kepada peserta terbaik. Keceriaan anak-anak yang mengikuti perlombaan dan antusiasme para orang tua menjadi bukti bahwa peringatan Hari Anak Nasional mampu menjadi ruang kolaborasi positif antara keluarga, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi Indonesia yang berkualitas. (SN24)