Edukasi Keselamatan Berkendara, 5 Tips Penting untuk Pengendara Motor Perempuan

Edukasi Keselamatan Berkendara, 5 Tips Penting untuk Pengendara Motor Perempuan
Aceh singkil
Aceh singkil
Aceh singkil

Newscyber.id | BATAM – Mobilitas perempuan yang menggunakan sepeda motor untuk bekerja, kuliah, berbelanja, hingga mengantar anak cukup tinggi. Di tengah aktivitas harian itu, ada sejumlah hal sederhana yang kerap dianggap sepele, padahal berpengaruh langsung pada keselamatan saat berkendara.

Mulai dari cara memakai helm, membawa tas, memilih alas kaki, hingga menjaga konsentrasi di jalan, semuanya bisa memengaruhi kenyamanan dan kontrol pengendara. Karena itu, aspek keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengendarai motor, tetapi juga kebiasaan dan perlengkapan yang digunakan setiap hari.

PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau membagikan sejumlah tips keselamatan berkendara bagi perempuan. Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Christofer Valentino, mengatakan risiko di jalan bisa dipengaruhi hal-hal kecil yang sering luput diperhatikan pengendara.

1. Jaga konsentrasi selama berkendara

Konsentrasi menjadi faktor paling dasar dalam keselamatan berkendara. Kondisi tubuh yang lelah, mengantuk, kurang fit, hingga kebiasaan melihat ponsel saat motor sedang berjalan dapat menurunkan fokus pengendara.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 ayat (1), setiap pengemudi kendaraan bermotor diwajibkan mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Karena itu, pengendara sebaiknya menunda menggunakan telepon genggam sampai benar-benar berhenti di tempat yang aman. Fokus terhadap kondisi lalu lintas, kendaraan di sekitar, serta potensi bahaya di depan menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan.

2. Pastikan helm dipakai dengan benar

Helm masih menjadi perlengkapan keselamatan paling penting bagi pengendara sepeda motor. Namun dalam praktiknya, masih ada yang menggunakan helm sekadarnya, misalnya tali tidak dikaitkan rapat atau ukuran helm tidak sesuai.

Christofer menyarankan pengendara memilih helm berstandar SNI dan sesuai ukuran kepala agar tetap nyaman digunakan dalam perjalanan. Helm yang terlalu longgar dapat mudah bergeser, sedangkan helm yang terlalu sempit justru membuat tidak nyaman dan mengganggu fokus.

Selain itu, tali pengunci helm juga harus dipasang dengan benar hingga terkunci sempurna. Untuk perempuan berhijab, penggunaan inner hijab dan bahan hijab yang tidak licin dapat membantu helm lebih pas dan nyaman saat digunakan.

3. Simpan barang bawaan dengan aman

Tas menjadi salah satu barang yang hampir selalu dibawa perempuan saat bepergian. Meski terlihat sepele, cara membawa tas saat berkendara juga perlu diperhatikan.

Tas yang disampirkan secara kurang aman berisiko mengganggu keseimbangan, tersangkut pada kendaraan lain, atau menyulitkan pengendara saat bermanuver. Dalam situasi tertentu, barang bawaan yang terlihat mencolok juga bisa meningkatkan risiko tindak kejahatan di jalan.

Karena itu, barang bawaan disarankan disimpan di bagasi motor jika memungkinkan. Bila harus dibawa di badan, tas ransel dinilai lebih stabil dibanding tas jinjing atau tas selempang yang mudah bergeser saat motor bergerak.

4. Hindari sandal dan alas kaki yang tidak stabil

Pemilihan alas kaki juga berpengaruh terhadap kontrol saat berkendara. Sandal, sepatu berhak tinggi, atau alas kaki yang licin dapat membuat pijakan kaki tidak stabil, terutama ketika harus berhenti mendadak atau menahan keseimbangan motor.

Pengendara lebih disarankan menggunakan sepatu yang menutupi kaki dan memiliki pijakan yang baik. Selain membantu menjaga stabilitas, sepatu juga memberi perlindungan tambahan dari panas mesin, debu jalan, hingga risiko cedera ringan.

5. Pilih pakaian yang nyaman dan aman

Pakaian saat berkendara sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan penampilan, tetapi juga kenyamanan dan keamanan. Penggunaan pakaian yang terlalu membatasi gerak dapat menyulitkan pengendara saat mengendalikan motor, terutama ketika harus bermanuver di jalan padat.

Celana panjang dinilai lebih ideal untuk berkendara karena memberi keleluasaan bergerak dan perlindungan tambahan pada kaki. Sementara jika menggunakan rok, pengendara perlu memastikan model dan panjangnya tidak mengganggu pergerakan kaki maupun berisiko tersangkut saat berkendara.

Kebiasaan kecil yang memengaruhi keselamatan

Menurut Christofer, keselamatan berkendara kerap dipengaruhi kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Karena itu, pengendara perlu membangun disiplin sejak sebelum motor dijalankan, mulai dari memastikan kondisi tubuh fit, memakai helm dengan benar, hingga memilih perlengkapan yang aman.

“Keselamatan saat berkendara harus menjadi prioritas. Penggunaan perlengkapan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang baik akan membantu mengurangi risiko di jalan sekaligus mendukung budaya berkendara aman #Cari_Aman,” kata Christofer Valentino.

Sales Manager wilayah Kepulauan Riau, Duri Yanto, menambahkan perempuan memiliki mobilitas harian yang tinggi, sehingga kesadaran terhadap aspek keselamatan perlu terus diperkuat.

Menurut dia, langkah-langkah sederhana seperti menjaga fokus, menggunakan perlengkapan yang tepat, dan memperhatikan cara membawa barang dapat membantu membuat perjalanan lebih aman sekaligus nyaman. Pesan keselamatan seperti #Cari_Aman juga dinilai penting untuk terus digaungkan agar kebiasaan berkendara yang aman semakin terbentuk dalam aktivitas harian masyarakat.

Bagi pengendara perempuan, safety riding pada akhirnya bukan hanya soal bisa mengendarai motor, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang tepat setiap hari. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru bisa menjadi pembeda antara perjalanan yang aman dan situasi yang berisiko di jalan.

(Ibnu)