GARDA Indonesia Bangun Rumah Layak Huni untuk Janda Empat Anak Yatim di Aceh Singkil

GARDA Indonesia Bangun Rumah Layak Huni untuk Janda Empat Anak Yatim di Aceh Singkil

Newscyber.id l Aceh Singkil – Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia (GARDA Indonesia) secara resmi mengumumkan rencana pembangunan rumah layak huni bagi Ibu Mawarni (30), seorang janda dengan empat anak yatim yang tinggal di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Sejak ditinggal wafat suaminya hampir dua tahun lalu, Ibu Mawarni harus bertahan hidup di sebuah gubuk sempit berukuran sekitar 4x4 meter tanpa kamar tidur. Ruangan tersebut digunakan sekaligus sebagai tempat tidur dan dapur. Untuk menghidupi keempat anaknya, Mawarni bekerja serabutan dan melakukan berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rencana pembangunan rumah ini diperkuat dengan adanya surat hibah tanah dari pihak keluarga mendiang suami. Mertua Mawarni, Ibu Tianna (70), telah menyerahkan surat hibah sebidang tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah.

“Kami berharap GARDA Indonesia bersedia membangun rumah layak huni untuk Mawarni dan anak-anaknya. Kami sudah menyiapkan surat hibah tanah untuk keperluan tersebut,” ujar Ibu Tianna saat peninjauan lokasi oleh relawan.

Penggerak Utama GARDA Indonesia Aceh Singkil, Darwis, ST, mengungkapkan bahwa kondisi hunian Mawarni sebenarnya telah dipantau sejak tahun 2024. Namun hingga kini belum ada perubahan signifikan, sehingga pengurus sepakat menjadikan pembangunan rumah tersebut sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Inisiator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, menyatakan keprihatinannya melihat kondisi Mawarni dan keempat anaknya yang harus tumbuh dalam hunian jauh dari standar kelayakan.

“Kami sangat sedih melihat kondisi Ibu Mawarni dan empat anaknya. Melalui kesepakatan bersama, rumah ini akan dibangun melalui program donasi Rp10.000 per bulan dan ditetapkan sebagai Rumah Ketujuh atau #R007 yang dibangun oleh GARDA Indonesia,” kata Aduwina.

Pembangunan Rumah #R007 akan didanai melalui kekuatan kolektif gerakan berbagi Rp10.000 per bulan. Aduwina Pakeh mengajak para penggerak dan donatur, khususnya di wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, untuk kembali aktif menyosialisasikan program tersebut.

“Kami mengajak donatur yang sudah bergabung untuk melanjutkan donasinya, serta mengundang masyarakat lainnya untuk ikut berpartisipasi. Semakin banyak yang terlibat, semakin banyak dhuafa dan anak yatim yang dapat kita bantu memiliki hunian layak,” tutupnya. (Ramli Manik)