Empat Jam Jelang Aksi Damai, GAMPEMAS Tegaskan Tidak Ada Iming-Iming atau Bayaran
Newscyber.id l Singkil, 3 Maret 2026 – Empat jam menjelang pelaksanaan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Gerakan Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa (GAMPEMAS) menegaskan bahwa kegiatan unjuk rasa yang akan digelar di halaman Kantor DPRK Aceh Singkil merupakan aksi murni menyuarakan aspirasi masyarakat tanpa adanya iming-iming maupun bayaran.
Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti ribuan massa yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa hingga pemuda di Kabupaten Aceh Singkil.
Koordinator Lapangan (Korlap) GAMPEMAS, Ramli Manik, menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi daerah, khususnya terkait belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil.
“Ini murni menyuarakan aspirasi masyarakat, bukan ada pesanan apalagi bayaran. Kalau ada pihak yang mencoba mencederai aksi ini dengan membawa nama panitia berupa janji ataupun bayaran, itu adalah pihak ketiga di luar panitia dan tidak bertanggung jawab. Saya pastikan itu hoaks,” ujar Ramli.
GAMPEMAS sendiri merupakan wadah yang baru dibentuk oleh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi kepada DPRK Aceh Singkil. Aksi ini dipicu oleh kabar belum disahkannya APBK Aceh Singkil karena belum tercapainya kesepakatan politik antara pihak eksekutif dan legislatif.
Salah satu perwakilan GAMPEMAS, M. Ridwan, menyatakan bahwa aksi yang akan dilakukan merupakan aksi damai dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam serta mengedepankan keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi.
“Kami melakukan aksi unjuk rasa damai dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam serta menjaga keamanan dalam berorasi,” ujarnya.
Sementara itu, M. Andrian menilai adanya pemberitaan yang menyebut panitia memberikan iming-iming bayaran merupakan upaya pengalihan isu yang dapat mengganggu masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Kabar tersebut adalah pengalihan isu agar masyarakat terganggu dalam menyuarakan aspirasi mereka. Jadi jangan percaya dan jangan terprovokasi,” tegasnya.
Perwakilan lainnya, Diah, mengimbau masyarakat Aceh Singkil untuk ikut mengawal jalannya demokrasi di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa tuntutan aksi hanya berfokus pada dua hal.
“Permintaan kami hanya dua, sahkan APBK dan batalkan interpelasi. Jika itu sudah dikabulkan, insya Allah kami akan membubarkan diri dengan tertib, aman, dan kembali ke tempat masing-masing,” tutupnya. (Juperno)




