Catatan Demokrasi Kaperwil Newcyber Aceh: Aceh Singkil Milik Bersama, Saatnya Bersatu Bangun Daerah

Catatan Demokrasi Kaperwil Newcyber Aceh: Aceh Singkil Milik Bersama, Saatnya Bersatu Bangun Daerah
Aceh singkil
Aceh singkil
Aceh singkil

Newscyber.id | Singkil, 25 April 2026 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh pemerintah daerah bersama panitia pelaksana. Perayaan tahun ini dirancang dengan konsep sederhana namun sarat makna, dengan menitikberatkan pada kegiatan sosial dan kebersamaan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di bawah kepemimpinan bupati dan jajaran mengusung sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak kurang mampu yang dilaksanakan di seluruh UPTD Puskesmas, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Baitul Mal. Selain itu, juga digelar operasi bibir sumbing dan katarak di RSUD Aceh Singkil melalui kolaborasi dengan pihak rumah sakit dan Baitul Mal.

Rangkaian kegiatan lainnya turut menghadirkan jalan santai, pembagian doorprize, serta hiburan rakyat yang dipusatkan di Alun-alun Kantor Bupati Aceh Singkil. Momentum ini diharapkan menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Namun di tengah semangat perayaan, muncul dinamika berupa klaim dan pernyataan dari sejumlah pihak yang seolah mempertanyakan sejarah pemekaran Kabupaten Aceh Singkil. Hal ini dinilai berpotensi memicu perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak.

Dalam catatan demokrasi yang disampaikan Kaperwil Newcyber Provinsi Aceh, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada semangat awal pembentukan daerah ini. Kabupaten Aceh Singkil merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan yang resmi berdiri pada 27 April, dan menjadi milik seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Sejarah mencatat peran penting sejumlah tokoh dalam perjuangan pembentukan daerah, termasuk Bupati definitif pertama, almarhum H. Makmur Syahputra. Sosoknya dikenal gigih dalam membangun fondasi pemerintahan daerah. Ia dimakamkan di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Penghormatan terhadap jasa beliau diharapkan tidak hanya sebatas mengenang, tetapi juga diwujudkan melalui doa dan ziarah oleh jajaran Forkopimda usai pelaksanaan upacara HUT.

Di sisi lain, adanya kelompok yang mengklaim peran tertentu dalam sejarah pendirian daerah dan menyuarakannya di ruang publik dinilai perlu disikapi secara arif. Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi pemicu konflik, melainkan menjadi ruang untuk memperkaya perspektif selama tetap mengedepankan persatuan.

Masyarakat diajak untuk meninggalkan polemik klaim dan lebih fokus pada kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Memberikan gagasan konstruktif serta mendukung program pemerintah dinilai jauh lebih penting dalam mendorong kemajuan Aceh Singkil.

Kabupaten Aceh Singkil sejak awal dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman. Tidak ada sekat suku, agama, maupun ras dalam kehidupan bermasyarakat. Siapa pun yang hidup dan berkontribusi di wilayah ini adalah bagian dari masyarakat Aceh Singkil.

Semangat persatuan, musyawarah, dan mufakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan. Dengan tekad bersama, Aceh Singkil diyakini mampu berkembang menjadi daerah yang lebih maju, berbudaya, dan religius.

Penulis: Ramli Manik

Editor: Tim Cyber.id