Bantuan Stimulan Banjir Aceh Singkil Hanya 605 KK, Pendataan Disorot dalam Audiensi Bersama Bupati
Newscyber.id l Singkil, 1 April 2026 – Penyaluran bantuan stimulan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Singkil menuai sorotan. Dari data awal lebih dari tiga ribu kepala keluarga (KK) terdampak, hasil verifikasi menyatakan hanya 605 KK yang berhak menerima bantuan berupa jatah hidup (jadup) dan bantuan lainnya.
Proses verifikasi tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, serta Dinas Sosial. Namun, hasil ini memicu pertanyaan dari masyarakat terkait transparansi pendataan, termasuk dugaan keterlibatan aparatur desa dan kecamatan dalam proses tersebut.
Kondisi ini mendorong masyarakat Kecamatan Singkil, bersama para kepala desa dan camat, menggelar audiensi dengan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon di ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil. Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten I dan II, Kalaksa BPBD, Plt Kepala Dinas Sosial, perwakilan kantor pos, serta Camat Singkil.
Suasana audiensi berlangsung cukup tegang, seiring banyaknya aspirasi yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat dan perangkat desa. Meski demikian, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah keputusan yang diharapkan mampu meredakan keresahan warga.
Camat Singkil, Khairudin, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa data dari tingkat desa hingga kecamatan telah valid. Namun, dalam proses selanjutnya, sejumlah nama warga justru tidak lagi tercantum sebagai penerima bantuan.
“Data dari desa ke kecamatan sudah valid, tetapi di tengah proses, nama-nama itu hilang. Bahkan yang menerima di Singkil didominasi keluarga ASN di BPBD. Ini yang memicu kegaduhan malam ini,” ujarnya.
Sejumlah warga juga menyampaikan keluhan serupa. Usman, warga Suka Damai, mengaku rumahnya terdampak banjir dengan kondisi lantai yang rusak, namun tidak masuk kategori penerima bantuan.
Sementara itu, Zulkarnain, warga Desa Ujung Bawang, menyoroti adanya penerima bantuan yang rumahnya tidak mengalami kerusakan.
“Rumah saya memang rusak ringan, tapi yang jadi persoalan, banyak yang tidak rusak justru mendapat bantuan. Ini yang jadi masalah,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kampung Kilangan, Zulkifli. Ia menyebut adanya bantuan rehabilitasi sedang yang diterima pihak tertentu, meski di desanya tidak terdapat rumah yang rusak akibat banjir.
“Yang jadi polemik, ada yang dapat rehab sedang, padahal itu anggota BPBD. Sementara di desa kami tidak ada rumah rusak akibat banjir,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia menyampaikan bahwa dirinya siap menerima kritik dan membuka ruang dialog jika terdapat kesalahan dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan.
“Saya ingin semua masyarakat mendapatkan haknya sesuai hasil verifikasi, mulai dari desa, kecamatan hingga instansi terkait. Jika ada kesalahan, mari kita duduk bersama dan cari solusi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kesiapannya untuk melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan, bahkan di luar jam kerja.
Audiensi yang berakhir sekitar pukul 22.00 WIB tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat dari Polres Aceh Singkil, Polsek setempat, serta Satpol PP. Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para kepala desa yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Semoga Kabupaten Aceh Singkil ke depan semakin maju dengan semangat musyawarah dan mufakat,” tutupnya.
(Ramli Manik)




