Tugboat Terbalik di Perairan ASL Batam, 3 ABK Tewas dan 1 Masih Hilang, Perusahaan Tanggung Seluruh Biaya Korban

Tugboat Terbalik di Perairan ASL Batam, 3 ABK Tewas dan 1 Masih Hilang, Perusahaan Tanggung Seluruh Biaya Korban

Newscyber.id l Batam – Manajemen PT Pradana Samudra Lines menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, mengatakan perusahaan akan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman para korban sampai selesai.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota hingga proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

Menurut Fatur, hubungan kerja para kru bukan dengan manajemen PT ASL, melainkan langsung dengan PT Pradana Samudra Lines.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat itu sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” jelasnya.

Fatur menambahkan, pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB. Sementara insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang kru yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Sementara korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari. Adapun satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian. (Nita)