Percepatan Pemulihan Pascabanjir, Warga Aceh Singkil Harap Bantuan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Tepat Sasaran

Percepatan Pemulihan Pascabanjir, Warga Aceh Singkil Harap Bantuan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Tepat Sasaran

Newscyber.id l Singkil, 22 Januari 2025 — Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor (hidrometeorologi) berharap agar bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana dapat disalurkan secara tepat sasaran. Bencana tersebut tercatat melanda 9 kecamatan dan 97 desa, menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman dan infrastruktur warga.

Harapan itu disampaikan langsung oleh para korban banjir, salah satunya Anto, warga Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan. Rumah yang ia tempati rata dengan tanah akibat terjangan banjir, tanpa menyisakan sedikit pun bangunan.

“Sampai saat ini kami belum menerima bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi. Namun kami tetap sabar dan yakin pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menurunkan tim. Data dari desa, kecamatan hingga kabupaten sudah masuk dalam pendataan bencana, mulai dari kategori rusak berat hingga ringan. Nantinya mereka yang benar-benar berhaklah yang akan menerima bantuan,” ujar Anto.

Berdasarkan pantauan awak media, banjir yang melanda Aceh Singkil menyebabkan kerugian besar, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Soraya dan Sungai Cinendang, serta wilayah Kecamatan Singkil dan Singkil Utara. Dampak bencana diperparah oleh kendala teknis saat pendataan.

Sejumlah kepala desa dan camat mengalami kesulitan mengirimkan data sementara banjir ke tingkat kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku komando penanganan, karena listrik padam berhari-hari dan jaringan internet terputus total. Padahal, data kebencanaan harus terus diperbarui dan dilaporkan berjenjang hingga ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Dalam kondisi itu, data tidak bisa terkirim tepat waktu,” ungkap salah seorang warga yang turut membantu proses pendataan di lapangan.

Warga lainnya, Bu As, dari Desa Tanjung Mas, Kecamatan Simpang Kanan, berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera menurunkan tim verifikasi langsung ke lapangan.

“Ini banjir yang sangat dahsyat. Saya ingat banjir sebesar ini pernah terjadi sekitar tahun 2000. Kalau hanya terkena genangan tanpa kerusakan, sebaiknya tidak dilaporkan rusak. Kita harus jujur, karena hukum Allah SWT itu nyata,” ujarnya.

Meski demikian, pascabanjir masyarakat Aceh Singkil mulai berbenah secara mandiri sembari menanti perhatian pemerintah. Warga berharap proses rekonstruksi dan rehabilitasi segera direalisasikan agar pemulihan sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pertanian dapat kembali berjalan normal.

(Ramli Manik)