Pelatihan Digitalisasi di Ponpes Zaid bin Tsabit Sukses, Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi Era Pendidikan Modern
Newscyber.id | Aceh Singkil – Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit sukses menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para ustadz, ustadzah, guru, dan tenaga pendidik sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital di dunia pendidikan.
Pelatihan menghadirkan praktisi digital sekaligus pemegang Lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Maimudin Tanjung, sebagai narasumber utama. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan materi yang disusun secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar hingga praktik langsung agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun pengelolaan administrasi pesantren.
Dalam penyampaiannya, Maimudin Tanjung menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, efektivitas administrasi, serta memperluas jangkauan dakwah melalui berbagai platform digital.
"Digitalisasi akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih modern, kreatif, dan efektif. Selain itu, pengelolaan media sosial pesantren sebagai sarana publikasi, dokumentasi kegiatan, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat juga akan semakin optimal. Peserta juga dibekali kemampuan pengarsipan digital agar dokumen penting pesantren tersimpan lebih rapi, aman, dan mudah diakses kapan saja," ujar Maimudin.
Materi yang diberikan mencakup penggunaan Canva untuk desain grafis pendidikan, CapCut untuk pembuatan video pembelajaran dan dokumentasi kegiatan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) guna mendukung produktivitas guru, hingga sistem pengarsipan digital yang kini menjadi kebutuhan penting dalam tata kelola lembaga pendidikan modern.
Pelaksanaan pelatihan dikemas secara interaktif. Hari pertama dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit dengan fokus pada pengenalan aplikasi serta konsep digitalisasi pendidikan. Hari kedua dipusatkan di Warkop Maktuan Kopi, Desa Lae Butar, dengan metode praktik langsung dan penyelesaian tugas menggunakan aplikasi yang telah dipelajari. Sementara pada hari ketiga, peserta mengikuti sesi pemantapan, evaluasi hasil praktik, dan pendalaman materi untuk memastikan seluruh kompetensi dapat dikuasai dengan baik.
Sebanyak 22 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri dari guru, ustadz, ustadzah, dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi praktik penggunaan aplikasi digital yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas belajar mengajar.
Pimpinan Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit, Ummah Khadijah, mengapresiasi terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi para pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
"Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan ini saya lebih memahami bagaimana memanfaatkan telepon genggam bukan hanya untuk melihat media sosial. Kini kami dapat membuat konten dakwah, membagikan ilmu dengan lebih mudah, dan menyadari besarnya manfaat menjadi insan yang melek digital. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi kita semua," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Terpadu Zaid bin Tsabit, Anifa Munawarah, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan peserta mampu mengikuti setiap materi hingga tahap praktik.
"Alhamdulillah pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik. Seluruh peserta dapat mempraktikkan materi yang diberikan dan kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah maupun pesantren," katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Kurikulum SMP Islam Terpadu Zaid bin Tsabit, Syukriadi, S.Pd., Gr. Ia mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.
"Selama tiga hari mengikuti pelatihan ini saya memperoleh banyak ilmu mengenai Canva, CapCut, Artificial Intelligence (AI), hingga pengarsipan digital. Semua materi tersebut dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang lebih inovatif sehingga peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru di bidang digitalisasi," ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Maimudin Tanjung berharap pelatihan digitalisasi tidak hanya dilaksanakan di Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai sekolah, pesantren, instansi pemerintah, organisasi, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, dinas pendidikan, kementerian terkait, dan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar program peningkatan kompetensi digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, lembaga pendidikan akan semakin siap mencetak generasi yang kreatif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Melalui semangat kolaborasi dan komitmen bersama, gerakan digitalisasi pendidikan diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi sekolah, pesantren, serta berbagai lembaga pendidikan di Indonesia dalam membangun ekosistem pembelajaran yang modern, efektif, dan relevan dengan perkembangan era digital. (Ramli Manik)





