IPJI Kepri Soroti Keras Dugaan Penolakan Pasien Emergency di Kimia Farma Sekupang
Newscyber.id | Batam – Viral dugaan penolakan pasien emergency oleh seorang dokter di Kimia Farma Sekupang, Kota Batam, menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepulauan Riau yang menilai insiden tersebut mencoreng profesi tenaga medis dan melukai rasa kemanusiaan masyarakat.
Ketua DPW IPJI Kepri, Ismail, menegaskan bahwa peristiwa yang melibatkan pasien anak itu seharusnya tidak terjadi, terlebih menyangkut kondisi darurat yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia.
“Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pelayanan kesehatan. Profesi dokter adalah profesi mulia yang terikat sumpah dan kode etik. Ketika ada dugaan penolakan terhadap pasien emergency, tentu masyarakat sangat kecewa dan mempertanyakan sisi kemanusiaan dalam pelayanan medis,” ujar Ismail, Jumat (29/5/2026).
Ia mengatakan, seorang dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan medis, tetapi juga tanggung jawab moral dan etika profesi dalam menangani pasien, terutama dalam kondisi darurat.
Menurutnya, kejadian yang viral di media sosial itu harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh fasilitas kesehatan agar tidak mengabaikan prinsip pelayanan kemanusiaan.
“Jangan sampai persoalan administrasi atau alasan lain mengalahkan keselamatan pasien. Nyawa manusia harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ismail juga meminta agar kasus tersebut diproses secara profesional melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) guna memastikan ada tidaknya pelanggaran kode etik dalam peristiwa tersebut.
“Kita serahkan prosesnya kepada MKEK agar dilakukan pemeriksaan secara objektif dan sesuai aturan yang berlaku. Publik tentu menunggu langkah tegas agar ada kepastian dan efek pembelajaran,” katanya.
Ia berharap, kasus viral ini menjadi peringatan keras bagi seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan medis agar lebih mengedepankan empati, profesionalisme, serta tanggung jawab kemanusiaan dalam menjalankan tugas.
“Peristiwa seperti ini jangan sampai terulang lagi. Karena ketika menyangkut pasien emergency, maka yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia,” tutupnya. (Nita)





