Imelda Syafitri Kembali ke Aceh Singkil, Minta Maaf kepada Mantan Suami, Didampingi GERMAS PPA

Imelda Syafitri Kembali ke Aceh Singkil, Minta Maaf kepada Mantan Suami, Didampingi GERMAS PPA

Newscyber.id l Singkil, 20 November 2025 — Setelah lama meninggalkan Kabupaten Aceh Singkil dan sempat menjadi sorotan publik melalui akun TikTok serta Facebook yang memiliki ratusan ribu pengikut, Imelda Syafitri akhirnya kembali ke Singkil. Kedatangannya didampingi oleh Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) dengan tujuan bertemu mantan suaminya, JS.

Kepada media, Imelda mengaku sengaja mengundang GERMAS PPA untuk mendampinginya bertemu mantan suami guna menyampaikan permintaan maaf serta meminta pertanggungjawaban mengenai hak anak mereka.

Namun, fakta di lapangan tidak sepenuhnya seperti yang ramai dibicarakan di media sosial. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa isu Imelda dan anaknya tidak mendapat nafkah adalah keliru. Justru JS disebut rutin memberikan nafkah sesuai kemampuannya. Usai Imelda pergi, JS bahkan melalui kepala desa dan upaya pribadi terus berusaha menghubungi Imelda untuk memberikan hak anak, tetapi tidak pernah direspons.

Situasi makin janggal ketika GERMAS PPA dan Imelda tidak hadir dalam pertemuan yang diagendakan pada Rabu (19/11) di Kantor Bupati Aceh Singkil. Padahal, menurut Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Pasial S.Pd, pertemuan dengan JS saat itu hanya menyepakati jadwal bertemu pada Kamis (20/11/2025).

Pada Kamis siang, Imelda yang didampingi keluarga akhirnya melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala BKPSDM Aceh Singkil selama sekitar 40 menit. Usai pertemuan, GERMAS dan Imelda menggelar konferensi pers di halaman Kantor Bupati, dan pernyataan mereka terkesan menyalahkan pemerintah daerah.

Hal ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat Aceh Singkil. Warga menilai tindakan GERMAS dan Imelda terkesan menjelekkan pemerintah daerah yang selama ini telah memberikan pelayanan baik.

“Kami sangat kecewa, terutama kepada GERMAS. Mereka datang ke Aceh Singkil tapi justru membuat pernyataan yang menyudutkan pemerintah. Seharusnya mereka tahu tata krama dan meminta waktu dengan baik, bukan membuat statement yang merusak nama daerah,” ujar JM, warga Singkil.

Hal senada disampaikan Asm, warga lainnya, yang menduga kedatangan Imelda dan GERMAS berpotensi untuk membuat konten demi keuntungan.

Sementara itu, sejumlah warga menilai kejadian yang viral di media sosial tidak sepenuhnya sesuai kenyataan. Publik diminta melihat permasalahan secara berimbang dan tidak hanya mendengar satu pihak. Konfirmasi kepada JS dinilai penting agar informasi yang dikonsumsi masyarakat tetap objektif.

Ramli Manik