Diduga Korwil MBG Aceh Singkil Lalai, 33 Santri Keracunan; Bupati Safriadi Oyon Sidak Jelang Tengah Malam

Diduga Korwil MBG Aceh Singkil Lalai, 33 Santri Keracunan; Bupati Safriadi Oyon Sidak Jelang Tengah Malam

Newscyber.id l Singkil, 12 Februari 2026 – Sebanyak 33 santri salah satu pesantren di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dilarikan ke RSUD Rimo setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan MBG yang dibagikan pada hari yang sama.

Insiden tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH. Menjelang tengah malam, Bupati turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Rimo untuk memastikan kondisi para santri serta meninjau penanganan medis yang diberikan.

Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Dandim 0109/Aceh Singkil, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Gunung Meriah, Asisten I Setdakab Aceh Singkil, Camat Gunung Meriah, Kapolsek, serta Danramil 03 Gunung Meriah.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media, para santri mengalami gejala lemas, sakit perut, dan muntah-muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Salah seorang santri mengungkapkan bahwa makanan yang diterima sudah tercium bau tidak sedap saat dibuka.

“Waktu ompreng kami buka, baunya sudah menyengat. Setelah kami makan, sore harinya perut sakit dan muntah-muntah. Kami langsung dibawa ke rumah sakit dan alhamdulillah dilayani dengan baik,” ujarnya.

Di hadapan awak media di depan IGD RSUD Rimo, Bupati Safriadi menegaskan akan membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas dugaan keracunan tersebut. Ia juga memerintahkan pihak rumah sakit untuk mengambil sampel sisa makanan guna dilakukan uji laboratorium.

“Kita akan bentuk tim dan lakukan pengawasan ke setiap dapur MBG se-Kabupaten Aceh Singkil. Jika ini murni kesalahan korwil maupun pihak dapur, tentu akan kita berikan sanksi tegas,” tegas Safriadi.

Ia menambahkan, persoalan ini menyangkut keselamatan anak-anak yang dilindungi undang-undang. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak akan mentolerir kelalaian yang berdampak pada kesehatan peserta didik.

“Kalau memang terbukti ada kelalaian, izinnya bisa kita cabut. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Korwil MBG Kabupaten Aceh Singkil yang disebut-sebut bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Saat sejumlah wartawan berupaya meminta klarifikasi, yang bersangkutan tidak bersedia diwawancarai.

Salah seorang wali santri berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG di daerah tersebut.

“Kami minta ini ditinjau ulang. Kalau memang ada kelalaian, harus diberi sanksi tegas. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi para santri dilaporkan mulai membaik dan masih dalam pengawasan tim medis. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan profesional.

(Ramli Manik)