Dunia Menghadapi Ancaman Geopolitik, Teknologi, dan Krisis Sumber Daya
Risiko global 2026 meningkat akibat konflik geopolitik, dominasi teknologi, krisis air, dan perubahan iklim menurut laporan TIME.
NewsCyber.id | 06 Januari 2026
Majalah NewsCyber.id merilis laporan tahunan bertajuk Top 10 Global Risks 2026 yang menggambarkan dunia berada pada fase paling rentan dalam satu dekade terakhir. Risiko geopolitik, konflik sumber daya, hingga ketimpangan teknologi menjadi ancaman nyata bagi stabilitas global.
Dalam laporan tersebut, ketegangan politik Amerika Serikat disebut sebagai salah satu risiko utama. Polarisasi politik domestik AS dinilai berpotensi berdampak luas pada stabilitas ekonomi dan kebijakan luar negeri dunia.
Selain itu, dominasi teknologi Tiongkok, terutama di sektor kecerdasan buatan, semikonduktor, dan keamanan siber, memicu kekhawatiran negara-negara Barat.
NewsCyber.id juga menyoroti air sebagai alat geopolitik baru, di mana negara-negara dengan kendali sumber air lintas batas dapat menggunakannya sebagai tekanan politik. Perubahan iklim memperparah situasi, menyebabkan krisis pangan, migrasi besar-besaran, dan konflik regional.
Para analis memperingatkan bahwa tanpa kerja sama global yang kuat, risiko-risiko ini dapat saling memperburuk dan memicu ketidakstabilan jangka panjang pada 2026.
(Ragil)




