Genjot Infrastruktur dan Layanan Keuangan, Bupati Aceh Singkil “Ketuk Pintu” Gubernur dan Bank Aceh

Genjot Infrastruktur dan Layanan Keuangan, Bupati Aceh Singkil “Ketuk Pintu” Gubernur dan Bank Aceh

Newscyber.id | ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, kembali mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis dengan menyerahkan langsung proposal rehabilitasi dolpin Pelabuhan Kapal Feri Pulau Banyak kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Penyerahan proposal itu berlangsung di sela agenda Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Aceh Syariah 2026 yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (13/4/2026), turut disaksikan Sekda Aceh, M. Nasir.

Langkah ini bukan sekadar formalitas administratif. Bupati secara terbuka kembali “menekan” pemerintah provinsi agar sejumlah proyek vital yang selama ini terkatung-katung segera direalisasikan, mulai dari perbaikan pelabuhan, pembangunan ruas jalan strategis hingga konektivitas antarwilayah.

Selain pelabuhan, Bupati juga mengajukan pembangunan Jalan Ujung Bawang dan ruas Singkil–Kuala Baru yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Tak hanya itu, usulan pembangunan jembatan Bailey yang menghubungkan Kecamatan Kuala Baru dengan Trumon, Aceh Selatan, kembali diangkat sebagai solusi pembuka isolasi antar kabupaten.

“Gubernur sebelumnya sudah meninjau langsung kondisi pelabuhan di Pulau Banyak. Harapan kami, ini tidak berhenti pada peninjauan, tetapi benar-benar direalisasikan,” tegas Bupati.

Dorongan serupa juga diarahkan ke sektor perbankan. Dalam forum RUPS PT Bank Aceh Syariah, Bupati meminta direksi untuk segera membuka unit cabang di Kecamatan Singkohor dan Danau Paris. Permintaan ini berangkat dari kondisi riil masyarakat yang harus menempuh jarak hingga 30 kilometer hanya untuk mengakses layanan perbankan.

Menurutnya, kehadiran unit bank di dua kecamatan tersebut bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

“Kami hadir di RUPS ini bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi memastikan kepentingan masyarakat Aceh Singkil ikut diperjuangkan, baik di sektor infrastruktur maupun layanan keuangan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, seluruh usulan tersebut merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program daerah dengan Pemerintah Aceh, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini belum tertangani optimal.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut mengawal dan mendoakan agar seluruh rencana pembangunan tersebut tidak berhenti di meja proposal.

“Ini adalah cita-cita bersama. Kami berharap dukungan penuh masyarakat agar pembangunan Aceh Singkil benar-benar terwujud dan berdampak pada kesejahteraan,” tutupnya.