Diduga Terlambat Distribusi, Daging Meugang Banpres di Singkil Utara Diganti dengan Daging Segar
Newscyber I'd l Singkil, 18 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keterlambatan distribusi daging Meugang bantuan presiden (Banpres) di Kecamatan Singkil Utara, tepatnya di Desa Kampung Baru.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah adanya pemberitaan di sejumlah media lokal terkait dugaan daging Meugang yang mengalami perubahan bau dan warna akibat distribusi yang terlambat.
Asisten II Sekdakab Aceh Singkil, Faisal, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerima instruksi dari Bupati untuk segera turun tangan.
“Kami mendapat perintah dari Pak Bupati setelah mengetahui adanya dugaan daging Meugang bantuan Presiden di Desa Kampung Baru yang mungkin akibat lambat distribusi sehingga berubah bau dan warna. Kami terus berkoordinasi dengan Kadis Pertanian dan Hortikultura serta turun didampingi Camat Singkil Utara,” ujar Faisal.
Camat Singkil Utara, Asnaldi, disebutkan telah lebih dahulu turun langsung ke lapangan bersama aparat desa untuk melakukan pengecekan terhadap daging yang dibagikan kepada masyarakat.
“Pagi tadi kami sudah turun langsung bersama aparat desa untuk mengecek kondisi di lapangan. Untuk desa-desa lainnya di Singkil Utara, distribusi dalam kondisi aman,” jelas Asnaldi.
Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Safriadi, saat diwawancarai melalui sambungan telepon seluler, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang telah memberikan informasi terkait dugaan tersebut.
“Terima kasih kepada masyarakat dan rekan-rekan media yang telah memberitakan dugaan adanya daging yang mungkin tidak layak konsumsi. Saya langsung memerintahkan Asisten II, Kadis Pertanian dan Hortikultura, Camat, serta aparat Desa Kampung Baru untuk berkoordinasi dan memastikan daging tersebut diganti apabila memang sudah tidak layak dikonsumsi,” tegas Safriadi.
Menurutnya, kritik dan masukan dari media merupakan bentuk kontrol sosial yang sangat dibutuhkan pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik, terutama dalam penyaluran bantuan pasca banjir Desember 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim pembagian daging Meugang yang dibentuk Pemkab Aceh Singkil telah bekerja maksimal. Namun, karena jumlah penerima manfaat mencapai 10.652 kepala keluarga yang tersebar di sembilan kecamatan, keterlambatan distribusi di satu desa diduga tidak terhindarkan.
Faisal menambahkan, bantuan daging Meugang dari Presiden senilai Rp1 miliar tersebut jika dibagi rata setara sekitar Rp93 ribu per kepala keluarga. Namun, berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dan kebijakan Bupati, setiap kepala keluarga tetap diwajibkan menerima daging beserta tulangnya agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat korban banjir.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Jika memang ada daging yang tidak layak, pasti diganti. Alhamdulillah, secara umum penyaluran sudah selesai dan berjalan baik,” tutup Faisal.
(Ramli Manik)




