Bupati Aceh Singkil Hadiri Rakor dan Konsolidasi Penanganan Pascabanjir di Kantor Gubernur Aceh

Bupati Aceh Singkil Hadiri Rakor dan Konsolidasi Penanganan Pascabanjir di Kantor Gubernur Aceh

Newscyber.id l Banda Aceh | 10 Januari 2025. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, menghadiri rapat koordinasi dan konsolidasi penanganan pascabencana hidrometeorologi yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, dan dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Aceh.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada Desember 2025, dengan fokus utama pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir.

Rapat turut dihadiri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Aceh tanpa diwakilkan. Dalam forum tersebut, dibahas langkah-langkah strategis dan sinkronisasi data guna memastikan pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon seluler, menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

“Saya hadir bersama seluruh bupati dan wali kota se-Aceh untuk mengikuti rapat koordinasi dan konsolidasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait penanganan pascabencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menyiapkan data kerusakan dan langkah-langkah konkret bersama seluruh SKPK dan para camat agar proses penanganan pascabanjir dapat segera direalisasikan.

“Sebanyak 9 kecamatan dan 97 desa di Aceh Singkil terdampak bencana hidrometeorologi. Setelah bantuan masa tanggap darurat disalurkan secara merata, kami akan segera menindaklanjuti bantuan lanjutan sesuai tingkat kerusakan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan awak media, kerusakan akibat banjir di Kabupaten Aceh Singkil bervariasi, mulai dari rumah rusak ringan, rusak berat, hingga hanyut terbawa arus. Seluruh data kerusakan telah terinventarisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Masyarakat Aceh Singkil berharap agar program rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan rumah layak huni bagi korban terdampak, dapat segera direalisasikan sehingga kehidupan warga dapat kembali pulih seperti sediakala.

(Ramli Manik)