Pemulihan Pascabanjir Aceh Singkil Perlu Kerja Kolaboratif dan Sikap Bijaksana

Pemulihan Pascabanjir Aceh Singkil Perlu Kerja Kolaboratif dan Sikap Bijaksana

Newscyber.id l Aceh Singkil — Banjir yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Singkil selama hampir dua pekan mulai menunjukkan penurunan debit air di sejumlah titik. Meski demikian, kritik terhadap proses penanganan dan penyaluran bantuan masih terus disuarakan oleh masyarakat dan berbagai pihak.

Pantauan dan investigasi lapangan Media Newscyber Internasional Provinsi Aceh menunjukkan bahwa warga masih menantikan dukungan yang lebih maksimal dari pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, khususnya terkait perbaikan infrastruktur, rumah warga yang rusak, serta distribusi bantuan logistik.

Akademisi Aceh Singkil, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag, menegaskan bahwa fase pemulihan pascabanjir tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen sangat diperlukan, mulai dari pengelola PKS, pemilik HGU, dunia usaha, hingga kalangan intelektual, jurnalis, dan mahasiswa. Semua diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan kontribusi nyata secara bijaksana.

“Ini momentum untuk memperbanyak kerja nyata, bukan saling menyalahkan,” tegas dosen STAISAR tersebut dalam wawancara bersama awak media.

Ia menilai pemerintah daerah bersama jajaran, termasuk Kapolres Aceh Singkil dan Kodim 0109/Aceh Singkil, telah bekerja maksimal sejak hari pertama banjir melanda. Bantuan masyarakat juga terus mengalir dalam bentuk sembako, pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya.

Dr. Andika turut mengapresiasi kunjungan Wakil Presiden RI, Gubernur Aceh, serta sejumlah menteri dan instansi terkait yang telah turun langsung meninjau lokasi banjir. Kehadiran para pejabat tersebut dinilainya sebagai bentuk perhatian serius negara terhadap kondisi Aceh Singkil, sekaligus mendorong percepatan penyusunan data prioritas bantuan dan penanganan.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama TNI–Polri masih terus menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah terdampak. Menanggapi kritik yang berkembang, Dr. Andika menilai bahwa kritik berlebihan tidak akan membantu proses pemulihan. Menurutnya, informasi objektif terkait desa atau kecamatan yang belum mendapatkan bantuan justru jauh lebih penting agar dapat segera ditangani.

Sejak awal banjir, seluruh instansi pemerintah serta unsur TNI–Polri terlihat aktif melakukan pemantauan dan membantu warga. Dr. Andika menegaskan bahwa pemulihan pascabanjir tidak dapat diselesaikan secara instan, melainkan membutuhkan waktu, koordinasi yang baik, dan kesabaran seluruh pihak.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pada dasarnya tidak anti kritik. Semua pihak berhak menyampaikan pendapat sepanjang disampaikan secara objektif dan tidak menimbulkan keresahan publik.

Media Newscyber Internasional Provinsi Aceh akan terus memantau perkembangan penanganan banjir serta proses pemulihan di Kabupaten Aceh Singkil. (Ramli Manik)