Bupati Aceh Singkil Lakukan Rotasi dan Mutasi Sejumlah SKPK, Isi Kekosongan Jabatan Eselon III dan IV
Newscyber.id l Singkil, 23 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mulai melakukan pembenahan organisasi dengan melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Langkah ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan strategis yang mengalami kekosongan, khususnya pada jenjang Eselon III dan IV.
Rotasi dan mutasi tersebut menyasar posisi sekretaris, kepala bagian (Kabag), hingga kepala bidang (Kabid) di beberapa instansi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kinerja birokrasi agar pelayanan publik berjalan lebih optimal.
Dalam arahannya, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan pelayan masyarakat yang harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Kita sebagai ASN harus benar-benar memahami siapa kita dan untuk siapa kita bekerja. Kita diberi amanah untuk menjalankan tugas negara sesuai jenjang dan karier masing-masing. Bekerjalah dengan serius, jangan main-main,” tegas Safriadi.
Ia juga menyampaikan bahwa pengisian jabatan dilakukan secara selektif. Pengalaman memimpin Aceh Singkil pada periode 2012–2017 menjadi landasan dalam menentukan penempatan pejabat yang dinilai amanah dan profesional.
“Kami harus selektif menempatkan siapa yang layak dan pada jabatan apa. ASN harus melayani masyarakat sepenuh hati, memiliki tanggung jawab kepada pimpinan di setiap SKPK, serta disiplin dalam menjalankan tugas,” ujar Oyon.
Berdasarkan pantauan awak media, sebanyak 29 pejabat mengalami rotasi dan mutasi di lingkungan Oproom Setdakab Aceh Singkil. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para ASN yang dilantik serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Masyarakat Aceh Singkil berharap agar ke depan setiap rotasi dan mutasi, baik Eselon II, III, maupun IV, benar-benar diisi oleh ASN yang memiliki dedikasi tinggi, profesional, serta mampu mendukung visi, misi, dan program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Oyon–Hamzah.
(Ramli Manik)




