BBM Lancar dari Pertamina, Namun Antrian Tetap Panjang: Diduga Ada Praktik Penyaluran Ilegal di Aceh Singkil
Newscyber.id l Singkil, 08 Desember 2025 — Meski pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina ke seluruh SPBU di Kabupaten Aceh Singkil telah kembali normal pasca banjir, antrian kendaraan justru semakin panjang. Masyarakat menduga kuat adanya praktik penyaluran ilegal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa aktivitas ilegal ini diduga sudah berlangsung sekitar satu minggu, terutama di wilayah perbatasan Aceh dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Modus yang digunakan yakni melakukan pengisian BBM berulang kali menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Setelah tangki dan jeriken penuh, BBM tersebut dibawa ke pembeli yang sebelumnya sudah disepakati.
Harga jual BBM hasil “lansiran” ini disebut mencapai:
Pertalite: Rp17.500 – Rp20.000 per liter
Pertamax: Rp20.000 per liter
Solar: Rp10.000 per liter
Keluhan dan Kecurigaan Warga
Salah seorang warga Singkil, Ibu Yanti, mengaku heran karena pasokan BBM sudah lancar namun antrian justru makin parah.
“Biasanya di Singkil tidak pernah seperti ini. Sejak banjir lewat 10 hari lalu, pasokan dari depot Pertamina normal, tapi antrian semakin panjang tiap hari,” ujarnya.
Warga Singkil Utara, Indra, juga menilai kondisi ini janggal.
“Selama ini tidak pernah ada antrian sampai berkilo-kilo. Ini patut dicurigai ada praktik ilegal yang dilakukan oknum tertentu,” ungkapnya.
Seorang warga Lipat Kajang yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa penertiban di SPBU harus segera dilakukan.
“Ini bisa tertib kalau ada razia khusus di SPBU untuk mencegah praktik ilegal,” katanya.
Pantauan Lapangan
Berdasarkan pemantauan awak media, antrian panjang terlihat di sejumlah SPBU, seperti:
SPBU Lipat Kajang
SPBU Gunung Meriah
SPBU Singkil Utara
SPBU Singkil
Sejumlah warga bahkan mengaku rela mengantri berjam-jam hingga berhari-hari demi mendapatkan BBM.
Seruan Masyarakat
Warga meminta pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait segera membentuk tim terpadu guna menindak pelaku praktik ilegal yang diduga menjadi penyebab utama antrean panjang di seluruh SPBU Aceh Singkil.
Ramli Manik




