Bupati Aceh Singkil Apresiasi Peresmian Jembatan Lae Sipola, Perkuat Akses dan Pemulihan Pascabencana
Newscyber.id l Singkil, 17 Maret 2026 – Bupati Safriadi Oyon menyampaikan apresiasi atas peresmian Jembatan Lae Sipola yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat di Kecamatan Singkohor menuju Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.
Jembatan yang sebelumnya putus akibat bencana banjir dan tanah longsor itu kini telah kembali dapat dilalui berkat program TNI yang dikerjakan secara cepat dan terkoordinasi. Peresmian tersebut turut melibatkan jajaran TNI, termasuk Danrem 012/Teuku Umar, Windarto, yang menegaskan komitmen TNI dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
Dalam keterangannya kepada media, Bupati Safriadi Oyon mengatakan bahwa kehadiran jembatan ini sangat membantu mobilitas warga, khususnya akses dari Kecamatan Suro menuju Lae Sipola yang sebelumnya terisolasi.
“Jembatan ini kini sudah bisa dilalui dengan mudah. Ini sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan akibat akses yang terputus,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Singkil, pemerintah daerah bergerak cepat bersama TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penanganan darurat hingga pemulihan.
Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, baik saat masa tanggap darurat maupun pascabencana.
“Kami bersama Kapolres, Dandim, Wakil Bupati, serta seluruh SKPK terus turun ke lapangan. Alhamdulillah, bantuan masa panik dapat tersalurkan, meski kami menyadari masih ada kekurangan,” jelasnya.
Bupati juga mengakui bahwa saat bencana terjadi, sejumlah kendala menghambat proses penanganan, seperti terputusnya jaringan internet, listrik, hingga akses jalan yang menyebabkan distribusi bantuan dan komunikasi menjadi sulit. Bahkan, kelangkaan BBM sempat terjadi akibat terhambatnya jalur transportasi.
Terkait pendataan korban, Safriadi Oyon menegaskan bahwa pemerintah telah memerintahkan seluruh perangkat daerah, mulai dari kepala desa, camat, hingga BPBD dan dinas sosial untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap kondisi rumah warga, baik yang terdampak ringan, sedang, maupun berat.
Namun demikian, ia tidak menampik adanya kemungkinan kekeliruan data akibat keterbatasan akses dan jaringan saat bencana berlangsung. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah pusat guna melakukan pendataan ulang secara akurat.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang benar-benar terdampak mendapatkan bantuan secara tepat sasaran,” tegasnya.
Menanggapi berbagai kritik dari masyarakat dan media, Bupati menyatakan bahwa hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja ke depan.
“Kami menghargai semua kritik. Itu menjadi pengingat dan evaluasi bagi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat berharap bantuan dari pemerintah pusat dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana, guna mendukung pemulihan ekonomi dan kehidupan mereka ke depan.
(Ramli Manik)




