Pariwisata Aceh Singkil Belum Maksimal, Satgas SAR Dorong Pemda Lakukan Gebrakan Nyata

Aceh singkil

Aceh singkil

Newscyber.id l Pulau Banyak, 29 Agustus 2025 – Pariwisata di Kabupaten Aceh Singkil yang sudah dikenal hingga mancanegara dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini disampaikan Satgas SAR Pulau Banyak, Yudistira, saat diwawancarai oleh Kaperwil Media Newscyber Internasional Provinsi Aceh di pos pantau pariwisata, Kompleks Dishub Aceh, Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak.

Pos pantau pariwisata yang dibangun pada 2020 itu, menurut Yudistira, kini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal. “Kalau ada kerja sama lintas sektor, melibatkan semua instansi, serta membekali para pemandu pariwisata, Aceh Singkil bisa menghasilkan PAD. Ini sejalan dengan dorongan Presiden RI terkait efisiensi anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pemandu pariwisata yang enggan disebut namanya menyatakan, meskipun Pulau Banyak memiliki potensi pariwisata internasional, regulasi pendukung dari pemerintah daerah masih minim. “Sejak Aceh Singkil memisahkan diri dari Kabupaten Aceh Selatan pada 1999, belum ada regulasi yang memadai seperti di daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

Menurut pemandu tersebut, jika pemerintah daerah dapat menyusun Peraturan Bupati (Perbup) atau Qanun yang mendukung pariwisata, disertai fasilitas lengkap seperti pos pantau, tenaga kesehatan, keamanan yang melibatkan Angkatan Laut dan Polisi Air, masyarakat yakin sektor pariwisata bisa menjadi sumber PAD yang signifikan.

Hasil penelusuran Media Newscyber Internasional Provinsi Aceh menunjukkan, meski pariwisata Aceh Singkil telah mendunia, kesiapan pemerintah daerah untuk memaksimalkan pendapatan masih kurang. Masyarakat Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat berharap pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinan Oyon-Hamzah dapat segera membuat regulasi pariwisata yang efektif, sehingga mampu meningkatkan PAD sekaligus membuka lapangan kerja bagi pelaku pariwisata di kepulauan terluar ini.

Ramli Manik, Media Newscyber Internasional Aceh