Ribuan Buruh di Batam Gelar Aksi Tiga Hari, Tuntut Upah Layak dan Perlindungan Kesejahteraan
Ribuan buruh di Batam menggelar aksi damai selama tiga hari untuk menuntut kenaikan UMK 2026, perlindungan ketenagakerjaan, dan kepastian jaminan sosial. Pemerintah daerah menyatakan siap berdialog, sementara pengusaha meminta agar kenaikan upah mempertimbangkan situasi ekonomi global.
NewsCyber.id — Batam. Gelombang aksi massa kembali terjadi di Kota Batam pada November 2025. Ribuan buruh dari berbagai kawasan industri seperti Muka Kuning, Batu Ampar, hingga Tanjung Uncang, melakukan aksi damai selama tiga hari berturut-turut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan perusahaan besar di wilayah tersebut.
Aksi dimulai sejak pagi hari 11 November dan Berakhir pada tanggal 13 November tahun 2025, ketika para buruh berkumpul di titik-titik industri sebelum bergerak menuju pusat aksi di beberapa lokasi yang telah ditetapkan oleh aliansi serikat pekerja.
Tuntutan Utama Para Buruh
Koordinator aksi menyampaikan bahwa ada beberapa poin penting yang menjadi dasar demonstrasi besar kali ini, antara lain:
1. Kenaikan Upah Minimum 2026
Para buruh meminta pemerintah menetapkan kenaikan UMK Batam 2026 yang dianggap layak dan sesuai biaya hidup yang terus meningkat. Mereka menilai kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hunian membuat upah saat ini tidak lagi memadai.
2. Perlindungan Ketenagakerjaan
Buruh menyoroti kasus PHK sepihak di beberapa perusahaan elektronik dan manufaktur. Mereka meminta adanya aturan lebih tegas terkait:
-
pemutusan hubungan kerja,
-
kontrak kerja berulang (PKWT berkepanjangan),
-
dan perlindungan bagi buruh perempuan yang bekerja shift.
3. Kepastian Jaminan Sosial
Beberapa buruh mengaku sering mengalami kendala klaim BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Mereka mendesak perusahaan agar lebih transparan dan tepat waktu dalam pembayaran iuran.
Aksi Berjalan Damai dan Terkoordinasi
Meski jumlah peserta mencapai ribuan, aksi berlangsung kondusif. Koordinator lapangan menegaskan bahwa demonstrasi ini mengedepankan kesadaran kolektif dan tidak bertujuan mengganggu operasional kota.
Aparat kepolisian dan Satpol PP terlihat mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan memang mengalami perlambatan, namun tetap terkendali.
Pemerintah Daerah Siapkan Ruang Dialog
Pemerintah Kota Batam menyatakan terbuka untuk berdialog dengan seluruh elemen serikat pekerja. Pihak Pemkot menegaskan bahwa proses penetapan UMK dilakukan melalui mekanisme tripartit yang melibatkan:
-
perwakilan pemerintah,
-
pengusaha,
-
dan serikat buruh.
Sekretaris Daerah Kota Batam menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima berkas tuntutan resmi dan akan membahasnya di rapat tripartit mendatang.
Pengusaha Ingatkan Situasi Ekonmi Global
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam memberikan tanggapan bahwa kenaikan upah harus mempertimbangkan kondisi pasar dan daya tahan sektor industri.
Mereka mengingatkan bahwa beberapa perusahaan masih dalam tahap pemulihan pascapandemi serta menghadapi tekanan global seperti biaya logistik dan bahan baku yang meningkat.
Namun, Apindo juga menyatakan siap berdialog untuk mencari titik temu terbaik bagi semua pihak.
Buruh Optimis Pemerintah Akan Merespons
Sejumlah peserta aksi menyampaikan harapan bahwa suara mereka akan didengar, mengingat Batam merupakan kota industri terbesar di Kepulauan Riau, dengan ratusan ribu pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor manufaktur.
“Kami hanya ingin kehidupan yang layak. Upah sekarang tidak cukup untuk biaya kontrakan, listrik, dan kebutuhan rumah tangga,” ujar salah satu buruh perempuan dari kawasan Batu Aji.
(Ragil)




