Dansatgas KLB Malaria Aceh Singkil Tinjau Dua Kecamatan Terluar

Dansatgas KLB Malaria Aceh Singkil Tinjau Dua Kecamatan Terluar
Aceh singkil

Aceh singkil

Newscyber.id l Singkil, 29 Agustus 2025. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan KLB Malaria Kabupaten Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH, melakukan kunjungan kerja ke dua kecamatan terluar, yaitu Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

Pertemuan pertama berlangsung pada Kamis (28/8/2025) di UPTD SPF Puskesmas Pulau Banyak Barat, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada Jumat (29/8/2025) di Aula Pemuda Pulau Banyak.

Dalam arahannya, Hamzah menegaskan pentingnya penanganan malaria di wilayah tersebut.

> “Penanganan malaria di dua kecamatan ini harus segera dituntaskan. Semua pihak, mulai dari masyarakat, kecamatan, kepolisian, Koramil, Posal, hingga kader desa, wajib bahu membahu sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan malaria akan berdampak besar bagi dunia pariwisata.

> “Kalau malaria masih ada di Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, risikonya sangat besar. Wisatawan lokal maupun mancanegara tentu enggan berkunjung,” ungkap Hamzah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, menyampaikan bahwa penanganan KLB malaria di dua kecamatan ini akan dimulai awal September 2025.

“Kita akan didukung tenaga ahli dari Kementerian Kesehatan RI, Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh. Semua akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh Singkil, pihak kecamatan, Koramil, Kapolsek, UPTD Puskesmas, kepala desa, serta kader desa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga menyerahkan kelambu secara simbolis kepada beberapa warga Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat. Ia turut mengajak masyarakat serta wisatawan untuk tetap datang dan menikmati keindahan alam setempat.

> “Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat adalah surganya wisata bahari. Panorama pantainya luar biasa indah. Ayo berkunjung ke Pulau Banyak,” tutupnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Plt Kadis Kesehatan, Kadis Lingkungan Hidup, Kabid DPMK, Dinas Pariwisata, BPBD, unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Ramli Manik