AUDIENSI BNN-BKN PERKUAT KETAHANAN APARATUR NEGARA DARI ANCAMAN NARKOBA

AUDIENSI BNN-BKN PERKUAT KETAHANAN APARATUR NEGARA DARI ANCAMAN NARKOBA

Newscyber.id l Jakarta – Upaya memperkuat imunitas bangsa dari ancaman narkoba terus diperluas hingga ke lingkungan aparatur negara. Komitmen tersebut tercermin dalam audiensi antara Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang digelar Selasa (24/2) di Kantor BKN, Cililitan, Jakarta Timur.

Pertemuan ini membahas penguatan sinergi dalam pencegahan dan pengawasan penyalahgunaan narkoba di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam audiensi tersebut, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto didampingi Sekretaris Utama serta Kepala Biro SDMAO.

Suyudi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama BKN dalam mendukung agenda nasional pencegahan narkoba. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan aparatur negara dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BKN atas dukungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Suyudi juga memaparkan sejumlah kolaborasi yang telah dibangun BNN bersama kementerian dan lembaga, termasuk integrasi kurikulum anti narkoba dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program Aksi Nasional Anti Narkotika bertajuk ANANDA BERSINAR (Anak Bersih Narkoba).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pentingnya memperkuat pencegahan di lingkungan ASN. Ia berharap ke depan BKN dan BNN dapat meningkatkan kolaborasi dalam pengawasan serta deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah pelaksanaan tes urine secara berkala tanpa pemberitahuan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Pencegahan narkoba di kalangan ASN harus diperkuat karena dampaknya bisa mengganggu kinerja dan kehidupan ASN,” tegasnya.

Zudan juga menjelaskan bahwa BKN memiliki sistem manajemen talenta serta bank data calon pejabat guna memastikan penempatan pimpinan yang tepat dan berintegritas. Komitmen tersebut mencakup upaya memastikan aparatur negara bersih dari narkoba sebagai bagian dari pembangunan birokrasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan aparatur negara sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan nasional melalui birokrasi yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Nita)