Aksi Buruh Nasional Warnai Akhir Tahun, Aktivitas Industri Batam Tetap Stabil

Aksi buruh nasional akhir 2025, iklim industri Batam tetap stabil.

Aksi Buruh Nasional Warnai Akhir Tahun, Aktivitas Industri Batam Tetap Stabil
Aksi buruh nasional akhir 2025, iklim industri Batam tetap stabil.

NewsCyber.id | Batam - 30 Desember 2025

Aksi unjuk rasa buruh yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia sepanjang Desember 2025 turut mewarnai dinamika ketenagakerjaan nasional menjelang penetapan Upah Minimum Tahun 2026. Meski demikian, aktivitas industri dan investasi di Batam, Kepulauan Riau, terpantau tetap berjalan kondusif dan stabil.

Aksi buruh secara nasional dipicu oleh perbedaan pandangan antara serikat pekerja dan pemerintah daerah terkait formula penetapan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026. Serikat buruh menilai kenaikan upah belum sepenuhnya mengimbangi laju inflasi dan biaya hidup.


Situasi di Batam Tetap Terkendali

Berbeda dengan beberapa daerah lain yang mengalami aksi besar-besaran, kondisi di Batam relatif terkendali. Kawasan industri utama seperti Batamindo Industrial Park, Kabil, Tunas Industrial Estate, dan Sekupang tetap beroperasi normal.

Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri terus menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif.


Peran Batam sebagai Kawasan Industri Strategis

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pusat manufaktur ekspor, stabilitas ketenagakerjaan di Batam menjadi faktor penting bagi kepercayaan investor. Sektor elektronik, galangan kapal, logistik, serta industri berbasis teknologi tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak pekerja dan kepastian usaha, sehingga roda ekonomi tetap bergerak di tengah dinamika nasional.

(Ragil)