Pariwisata di Kepulauan Banyak Belum Sumbang PAD, Resort dan Penginapan Belum Tertib Pajak

Newscyber.id l Pulau Banyak, 29 Agustus 2025 – Meski memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, sektor pariwisata di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, hingga kini belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sejumlah resort dan penginapan yang beroperasi di kawasan ini belum tertib dalam pembayaran pajak daerah.
Hasil liputan Newscyber Internasional pada 28–29 Agustus 2025 menemukan bahwa pengelolaan pajak pariwisata belum berjalan optimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor ini diyakini mampu menghasilkan PAD hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Seorang tokoh masyarakat, O. Doli B, menilai perlunya ketegasan pemerintah dalam penerapan pajak pariwisata.
> “Kalau pajak pariwisata bisa segera diterapkan di Kepulauan Banyak, tentu akan sangat membantu meningkatkan PAD. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Pusat serius mengelola potensi ini,” ujarnya.
Berikut daftar fasilitas penginapan di Kepulauan Banyak (non pemukiman):
Pulau Panjang (Desa Pulau Baguk, Kec. Pulau Banyak)
BUMDes Pulau Baguk
Penginapan Pak Itam
Kimo Resort
Penginapan Zio
Pulau Palambak (Desa Pulau Baguk, Kec. Pulau Banyak)
MB Palambak Island Resort
The Point (PEMDA)
Palambak Paradise Resort
Pulau Sikandang (Desa Pulau Balai, Kec. Pulau Banyak)
Nina's Bungalow
Zul Bungalow
The Coral
Pulau Tambarat (Desa Teluk Nibung, Kec. Pulau Banyak)
Ira Bungalow
Pulau Tailana (Desa Asantola, Kec. Pulau Banyak Barat)
Tailana Resort
Pulau Rago-Rago (Desa Asantola, Kec. Pulau Banyak Barat)
Nago Resort
Ujung Lolok (Desa Haloban, Kec. Pulau Banyak Barat)
Banyak Surf Resort
Banyak Surf & Villas
Floating Surf Resort
Pulau Pinang (Desa Pulau Baguk, Kec. Pulau Banyak)
Pinang Island
Sarang Gantung (Desa Haloban, Kec. Pulau Banyak Barat)
Diamond Island Eco Resort
Dengan adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan dukungan lintas sektor, pariwisata di Aceh Singkil diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan PAD secara signifikan.
Ramli Manik